Fear, itu sebenarnya senjata natural otak kita untuk menghindarkan dari bahaya yang bisa mencelakai kita.

Misalnya, kita takut nyebur ke laut dari kapal, ya itu peringatan bahwa nyebur ke laut, itu berpotensi membahayakan diri kita. Atau, kita takut keluar malam naik motor, itu melindungi kita dari kejahatan malam. Takut memulai bisnis, itu melindungi kita dari kerugian yang bisa berdampak buruk bagi kita.

Ya, secara naturalnya, rasa takut ini memang sangat dibutuhkan dalam hidup kita. Sayangnya, kadang kita gak bisa membedakan, mana takut yang diperlukan, mana takut yang harusnya dibuang jauh-jauh.

Takut apa kamu?

Takut gelap kak.

Yah, itu mah anak kecil. Kalau sampai gede masih takut gelap, artinya secara logika, dia punya kesalahan cara berpikir tentang gelap, sehingga dia tetap takut. Bisa jadi juga karena ada trauma masa kecil. Kita bahas nanti deh kalau soal trauma yah.

Takut apa?

Takut memulai bisnis kak, karena takut gagal.

Ini juga salah secara pemikiran. Orang berbisnis lalu gagal itu biasa, bahkan mungkin harus gagal dulu, sehingga kita bisa memperbaiki beberapa hal, lalu membuat bisnis kita bertahan lama, dibanding jika langsung sukses, ternyata cepat jatuh.

Takut ketinggian
Seorang anak bule yang takut ketinggian…

Takut Apa? Takut nyebur ke kolam renang kak….!

Ya memang bener, kalau kita belum pernah belajar renang, mungkin akan berbahaya jika kita nyebur gitu aja tanpa ada pengawasan dari yang lebih ahli.

Tapi, jika kita sudah punya bekal latihan, lalu masih takut juga dengan air, takut tenggelam, padahal ternyata kita bisa, maka rasa takut di sini, hanya membatasi kemampuan kita yang sebenarnya.

IMAGINE!!! Jika kita tidak memiliki rasa takut, (yang tidak tepat), apa yang kita bisa raih di dunia ini?!

Kemerdekaan Indonesia saja, terjadi berkat usaha orang-orang yang tidak memiliki rasa takut terhadap penjajah waktu itu. Nekad dengan perhitungan, mengantarkan negara kita merdeka.

Hitler, dibalik sifat otoriter dia, tetap saja, berhasil menjadi pemimpin yang ditakuti dunia, karena dia memiliki keberanian luar biasa.

Bill Gates, berani melakukan kerjasama dengan perusahaan besar, padahal produk yang ada, belum layak, namun dengan perhitungan, lihatlah apa yang dicapai dia saat ini. One of the richest.

Terlalu banyak contoh-contoh tentang bagaimana seseorang mencapai pencapaian begitu besar dengan modal berani.

Lah saya, saya nerima telpon yang gak ada di daftar kontak saya saja, saya ogah njawab, karena saya gak nyaman, takut dengan apa yang akan terjadi, culun abis kan. Oh, sifat introvert ini benar-benar ngeselin.

Saat membangun blog, di awal, saya pasti semangat sekali, tidak ada rasa takut, ya karena blognya juga gak ada yang baca inih, jadi saya bisa suka-suka nulis.

Hingga saat blog sudah dikunjungi puluhan, ratusan, lalu ribuan pengunjung per harinya, di situ kadang saya merasa lemah. Saya akan mulai merasa takut untuk menulis, takut jika apa yang akan saya tulis, ternyata tidak bisa memuaskan pembaca. Lihat saja blog elmuha ini, updatenya jarang-jarang, gak kaya blog sebelah… (bingung milih yang mana contohnya, 😀 )

INGAT INI!!!!

Terkadang, ketakutan akan menahan kita untuk mencapai apa yang sebenarnya kita sangat mampu. Rasa takut dan khawatir membuat kita menunggu, mencekik kita, mengontrol kita, dan tidak membiarkan kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Kemarin, hari minggu, elmuha jogging ya kan. Sendirian aja. Berangkat jogging setelah mandi pagi, berpakaian lengkap, ini juga sudah merupakan hasil dari saya yang menaklukan rasa khawatir akan kondisi yang tidak nyaman nantinya.

Lalu, setelah itu, saya juga berhasil mengalahkan rasa takut saya untuk berkenalan dengan orang baru, bertukar social media, dengan satu tujuan positif membangun social media tentang satu topik khusus. Salah satu bucket list saya yang saya takuti adalah ini, berkenalan dan dapet teman baru (sebanyak-banyaknya).

Tau kah Anda bagaimana perasaan saya saat kembali dari jogging?

Beuh, dengarkan!!!!

Tidak ada yang bisa mengalahkan rasa saat kita berani mengatasi rasa takut.

Rasanya, seperti kita memenangkan satu kompetisi olimpiade, atau minimal juara lomba pidato tingkat kecamatan, hehe. Eh, beneran…

Saya jadi punya ide, bagaimana jika saya sering-sering melakukan hal yang saya takuti, mungkin akan lebih banyak faktor-faktor kecil yang membuat saya bahagia setiap hari.

Saya merasa gembira sekali hari kemarin, hingga kakak saya mengatakan sesuatu yang langsung bikin mood saya rusak. Setelah itu, datang ibu-ibu yang minta duit 40 rebu untuk 4 sachet obat pembunuh jentik nyamuk. Butuh lebih dari satu jam untuk mengembalikan mood bahagia saya di hari minggu.

Akhirnya kembali, mood saya terlalu indah untuk dirusak oleh sekedar masalah sepele. Ya, shits happen every day, tapi hidup akan terus berjalan, apakah kita berani menghadapi, atau tetap diam dengan segala perasaan negatif di hati?!

Terms: apa artinya if you have no

LEAVE A REPLY