Jika Anda suka dengan motivasi-motivasi dan bahasan filosofi hakikat kehidupan, saya pikir Anda wajib sudah tau siapa itu Alan Watts.

Dia adalah seorang filosofer asal Inggris dan lalu pindah ke Amerika Serikat. Lahir pada tahun 1915 dan meninggal di tahun 1973 pada usia 58 tahun. Hidup di era filosofi kontemporer.

Alan Watts terkenal akan karya-karya dan ceramahnya, hasil dari pemikiran genius tentang kehidupan. Saat ini, karya buku Alan Watts tersedia di internet dalam format digital, diurus oleh anak-anaknya. Begitu juga ceramah dan lecturing Alan Watts, bisa didapatkan dalam format audio MP3.

Apa yang membuat saya kagum dari pemikiran Alan Watts?

Sebelumnya, perlu saya katakan, bahwa Alan Watts ini belajar tentang agama Kristen, bahkan pernah menjadi seorang Priest, lalu dia juga belajar cara hidup Buddhism, agama Hindu, namun dari biografi di wikipedia, dia tidak belajar agama Islam.

Alan Watts

Tentu ini penting, karena pemikiran akan kehidupan ini, tetap harus dikaitkan dengan ajaran yang kita anut. Saya sebagai Muslim, pun harus hati-hati memilah mana yang sesuai dengan ajaran Islam juga sehingga saya bisa ikuti, mana yang bertolak-belakang.

Untungnya, secara prinsip ajaran kehidupan, Kristen dan Islam itu memiliki buanyak persamaan, misalnya, berhubungan badan sebelum nikah, itu sama-sama dilarang, baik di ajaran Islam, ataupun Kristen. 😀 Puas banget gue bilang ini.

Jadi, kita hanya perlu menyaring sedikit dari pemikiran yang disebarkan oleh Alan Watts. Kebanyakan teori dia, masih sesuai dengan ajaran agama.

So, apa yang membuat saya bisa bilang bahwa Alan Watts itu genius?

Simpel, karena dia membuka tabir kehidupan yang sebenarnya, the truth, saat yang lain tak bisa melihat.

Misalnya, bahasan Alan Watts tentang hidup dalam kehidupan virtual di televisi, dasyat sekali.

Kita semakin minim hidup di alam nyata kita, malah hidup di alam hayalan, dalam film, sinetron, dll. Sebuah ironis yang dahsyat.

Dan itu disampaikan di jaman sebelum millenium. Dia meninggal tahun 1973 yooo… Apa yang akan Alan Watts katakan sekarang jika dia masih hidup, melihat bagaimana generasi millenial hidup saat ini?!

Bahasan lain yang menurut saya genius sekali, misalnya ini; Kita secara tidak sadar, selalu hidup di masa nanti, kita sekolah SD, untuk bekal SMP, lalu terus SMA, bahkan kita kuliah, kebanyakan karena berpikir tentang kerjaan nanti. Saat kerja pun, kita berpikir tentang nanti, nanti, dan nanti.

Saya jadi ingat kata-kata sahabat saya yang meskipun saya amat sangat jarang kontak dia, namun saya menganggap dia itu inspirasi super saya. Halo, Galih Eka Setio.

Dia bilang, kira-kira begini, “Kalian (ke saya dan Baim), mah mikirnya jauh banget sampai masa depan, kita mah kaga bisa.” Ya memang gak pas begitu, tapi intisarinya sih mirip lah.

Ternyata, perkataan dia itu sebenarnya sebuah kata mutiara, yang baru saya sadari setelah lebih dari 6 tahun kemudian. Sebenarnya 3 tahun setelah itu pun, dia bilang gitu lagi ke saya, “ah, ente mah mikirnya masa depan mulu.”

You are genius too Galih!

Lanjut yang tadi…

Setelah orang kerja, lalu mencapai kekayaan yang diimpikan, dia akan berkata, “Wow, gue nyampe nih”, tapi, perasaan dia, hidup dia, pun tetap di alam lain, di masa yang lain. Lalu dia mati, menyesali hidup yang tak membuat dia bahagia. Hanya keberhasilan semu.

Itu hanya dua contoh pemikiran dia, dan bukan yang terdahsyat, dari puluhan, ratusan, ribuan pemikiran genius Alam Watts lainnya.

Lalu kita bertemu dengan fakta ironis, bahwa, Alan Watts meninggal dalam tidur, dengan laporan bahwa dirinya tengah menjalani perawatan jantung, akibat, kecanduan alkohol.

Ya, Alan Watts adalah seorang alcoholic. Dan ini fakta yang tidak bisa dinafikan.

Bagaimana bisa, seorang Alan Watts yang genius, mengerti seluk beluk kehidupan hakiki, terjebak dalam kecanduan alkohol?

Bersambung…. tetap di halaman ini….

UPDATE SEDIKIT….

Oke, tulisan ini sudah 2 bulan yang lalu, WOW, just WOW, udah lama juga ternyata.

Update sedikit di 24 Nov 2017, saya ingin cerita dikit aja soal Alan Watts.

Jadi, elmuha masih sering dengerin beberapa lecturing oleh Alan Watts melalui audio yang tersebar di internet dan sebagian juga saya download.

Jujur saja, saya masih mengumpulkan teori dan segala dugaan tentang kenapa Alan Watts bisa kecanduan alkohol padahal beliau begitu sangat pahamnya dengan cara hidup yang bisa bikin bahagia. Kenapa beliau seakan depresi dengan kehidupannya sehingga bergantung pada alkohol?

Atau, mungkin justru karena Alan Watts tahu betul bagaimana hakikat kehidupan itu sendiri sehingga dia melakukan apapun yang dia inginkan? Lagi pula, diceritakan bahwa beliau tidak pernah terganggu aktivitas mengajar di universitas gara-gara kecanduannya, beliau hanya minum di luar jam kerja.

Atau, apakah beliau sebenarnya memiliki pandangan dan pemikiran bahwa hidup ini sungguh absurd sehingga dia butuh hiburan diri supaya gak terlalu lelah memikirkan itu semua?!

Ada beberapa teori lain yang saya yakini, namun kemudian buram lagi.

Yang jelas, saat ini saya hanya menikmati lecturing beliau yang menurut saya, SUPERB.

Mudah-mudahan bisa lanjut lagi kita bahas… 🙂

Terms: akhir hidup

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY