Live minimalist.

Gaya hidup yang elmuha dambakan. Beberapa mindset cara hidup teranyar yang dianut banyak orang di dunia; less is more.

Living simple, means we will have more on the other things.

Rumah dengan sedikit benda di dalamnya, akan memberikan kita space atau area yang lebih luas. Hidup kita lebih mudah karena gak perlu menata barang-barang rumah yang berantakan, gak terlalu khawatir barang-barang tsb rusak atau dicuri orang.

hidup-minimalis

Punya satu motor, membuat kita lebih mudah merawat, lebih cepat bepergian karena tidak perlu memilih motor mana yang dipake. Mobil juga gitu.

Pakaian juga gitu.

Contohnya; Steve Jobs, salah satu orang yang dikagumi di abad millennial. Dia punya gaya fashion yang sangat simpel dan hanya satu itu. Dengan desain pakaian yang sudah menjadi karakter, maka kita bisa menghemat waktu dan gak pusing mikirin mana yang akan kita kenakan.

Itu yang bikin produk-produk Apple itu semakin mengurangi hal yang gak terlalu penting. Bahkan Audio Jack 3.5mm yang sudah sangat-sangat-sangat umum dipakai, bisa hilang juga di iPhone 7. Meski Mendiang Steve Jobs sudah tidak berada di perusahaan itu, tapi dia mewariskan visi misi yang sangat khas dari Apple.

steve-jobs-style

Optical drive di laptop, dihilangkan di MacBook. Stylus untuk smartphone, dihilangkan di iPhone gen pertama. Because, less is often more.

Yang banyak menjadi gaya hidup; belanja. Sering kita membeli bukan karena kita benar-benar membutuhkan, tapi cuma karena kita menganggap kita butuh, untuk persiapan barangkali kita butuh, bahkan ada yang cuma iseng beli.

Akibatnya, rumah penuh dengan barang-barang yang berbulan-bulan, bertahun-tahun, nganggur gak dipakai. Lihatlah lemari baju, berapa banyak pakaian yang udah gak pernah dipakai selama 1 tahun terakhir?

Mau jual sayang, apalagi dikasiin ke orang. Pikirnya mungkin begitu. Termasuk elmuha.

Beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia sudah mulai menyukai gaya hidup minimalis, tapi sayangnya cuma untuk model rumah. Lihat saja, berapa orang yang mendambakan rumah minimalis, sampai menjadikan kata kunci “desain rumah minimalis” sebagai topik terpopuler di bidang rumah.

Hal itu tidak dibarengi dengan interior minimalis, dan yang terpenting, gaya hidup minimalis.

Rumah minimalis tapi pemilik rumahnya gemar beli barang-barang yang gak diperlukan, ya malah penuh itu rumah. Hakikat rumah minimalis harusnya juga dibarengi dengan gaya hidup lainnya yang minimalis.

gambar-rumah-kecil

Kalau pulang ke rumah ortu, jujur saya nyerah kalau harus beresin rumah yang segede itu. Terlalu banyak barang, terlalu banyak yang harus dirapihkan. Ini soal mindset saja. Saya yang terbiasa hidup minimalis (walau belum sesuai harapan), bertolak belakang dengan mindset ortu. Bukan berarti saya menyalahkan gaya hidup ortu saya, cuma beda aja.

Saya bahkan memimpikan rumah yang sangat simpel, dengan ukuran 6 x 5 meter misalnya, udah ada semua di dalamnya. Tentunya dibuat seminimalis mungkin. Beli dan simpan yang dibutuhkan, jual, buang, atau kasihkan ke orang yang lebih membutuhkan barang-barang yang tak terpakai. Saya juga sering bikin house plan dengan ukuran cuma 2 x 5, 3 x 3, dan ukuran-ukuran mini lainnya.

So, apakah kalian pengen juga hidup minimalis?

Jika terus dirunut, gaya hidup minimalis ini sebenarnya bisa setara dengan gaya hidup sederhana.

 

Judul artikel ini tadinya “Buying What We Don’t Really Need”. 

Terms: hidup minimalis dengan sedikit barang, hidup minimalis, belajar hidup minimalis, hidup simpel minimalis, hidup simpel dan minimalis, hidup minimalis buang semua barang, Hidup dengan sedikit barang di rumah, hidup dengan sedikit barang, cara hidup minimalis, kehidupan minimalis

LEAVE A REPLY