Bisa gak sih uang membuat kita bahagia?

Menurut saya, yes!

Bahagia adalah pilihan, bahkan saat dalam kondisi miskin dan gak punya apa-apa pun, kita tetap bisa memilih untuk bahagia. Derita muncul saat apa yang kita butuhkan tidak tersedia secara terus menerus, di situ pun sebenarnya masih bisa bahagia, tapi sulit.

Jadi, uang memang bisa membuat bahagia, tapi bukan satu-satunya alasan untuk bahagia.

Cukup adalah satu kata yang ideal untuk tolok ukur seberapa banyak uang yang harus kita punya agar bisa bahagia.

Cukup di sini tentunya sangat relatif, beda orang memiliki kebutuhan berbeda. Semakin minimal kebutuhan dan keinginan, biasanya semakin mudah untuk bahagia.

Lalu, bagaimana jika kita punya uang lebih dari cukup, malah terlalu banyak. Misalnya, punya 200 Milyar di tabungan, atau punya 10 rumah mewah di Kebayoran Lama, Menteng, Kemang, dan Pondok Indah yang masing-masing harga rumahnya 20M. Maka besar kemungkinan uang sudah tidak bisa membuat bahagia. Orang di kategori ini sudah memiliki apa yang orang pikir bisa bikin bahagia.

Karena itulah, kalau mau bahagia karena uang, maka gak perlu sampai harus jadi Chairul Tanjung, atau Abu Rizal Bakrie. Coba deh tanya beliau-beliau yang kaya itu, apakah mereka bahagia punya uang banyak, saya kok 100% yakin jawaban mereka tidak. Tapi bukan berarti apa yang mereka lakukan dan dapatkan tidak membuat bahagia. Misalnya Chairul T, mungkin sudah sangat bahagia karena bisa menyediakan nafkah kecukupan untuk keluarga, dan bisa menyediakan ribuan lowongan kerja.

Agar bahagia lebih mudah, kita perlu cukup. Misal belum cukup, gampang aja, dicukup-cukupin. Kadang apa yang kita butuhkan hanya sedikit dari yang orang-orang pikir. Ah, andaikan di Indonesia ini semakin banyak yang menganut gaya hidup minimalis dan sederhana.

Saat kurang uang, kita agak susah bahagia. Misalnya untuk makan saja susah, reality-nya memang mereka akan susah bahagia.

Sayangnya, sifat manusia kadang gak pernah merasa cukup, jadi ya, gak pernah bahagia. Di sinilah kenapa teori “bahagia itu soal pilihan” bisa muncul. Saat nafsu menguasai kita, kepingan bahagia itu akan susah kita temukan.

Jadi, kembali lagi, berusaha mencukupi diri, lalu hidup sederhana, menurunkan gaya hidup, dan mencyukuri apa yang kita punya secara lebih banyak. Saya yakin kita bisa lebih mudah untuk memilih untuk bahagia.

Well, bahasannya terlalu meluas, kembali ke judul, bagaimana uang bisa membuat bahagia.

bahagia

Bahagia itu seringnya selalu didefinisikan, hidup sesuai apa yang kita impikan. Ya, memang begitu, tapi gak harus begitu juga. Menurut saya, bahagia itu ketika kita bisa menikmati dan mensyukuri apa yang terjadi pada kita, saat ini!

Tapi kepingan-kepingan bahagia bisa hadir karena ada uang, misalnya, jalan-jalan. Traveling itu bikin bahagia, banget, tapi butuh duit yang lumayan. Di sini uang berperan.

Atau membantu orang lain dengan bantuan harta kita, saya yakin akan mendapat kepingan bahagia. Membeli barang pun sebenarnya bisa membuat bahagia, tapi akan merusak hakikat bahagia itu sendiri. Salah-salah, nantinya bahagia kita ditentukan dari aktivitas membeli barang.

Jadi yang paling mudah untuk bahagia; syukuri apa yang ada saat ini, nikmati kehidupan yang sudah diberikan kepada kita.

 

Kategori “Belajar” adalah motivasi dan curahan hati saya, untuk saya, yang terlalu keras mengucapkannya. Ya mudah-mudahan ada yang ikut termotivasi dan terinspirasi juga.

Terms: dalam situasi apa uang membawa kebahgian, dalam situasi apa yang uang bisa membuat bahagia, disituasi apa uang membawa kebahagiaan, uang membawa kebahagiaan, Uang membawa kebahagiaan kenapa?, uang membawa kebahagian

LEAVE A REPLY