Ini hanya sebuah opini dari pemikiran saya yang muncul setelah menghitung-hitung harga power station dari sebuah merk inovatif.

Ketika saya hitung, misalnya untuk extra baterai EcoFlow Delta Pro yang harganya mencapai Rp 42.000.000 untuk kapasitas 3600Wh atau 3,6kWh, artinya per kWh, biaya baterinya seharga Rp 11.666.666,-

Baterai 3,6kWh EcoFlow Delta Pro

Lalu bagaimana dengan baterai Hyundai Ionic 5 versi paling murah dengan baterai 58kWh. Hitungan kasarnya; 58 x Rp 11,6 juta, setara 676 juta rupiah. Atau versi dengan 72kWh, maka 72 x Rp 11,6 = 835 jutaan rupiah.

Baterai Ionic 5 72kWh (Long Range)

Tapi tentu tidak sesimpel itu karena EcoFlow Delta Pro dijual dengan angka segitu karena sudah ada case, pengaman, LCD informatif, dan komponen-komponen lainnya.

Sedangkan baterai Hyundai Ionic tersusun dari beberapa buah kotak baterai yang disusun di bagian bawah mobil. Maksimal baterai yang bisa dimasukkan adalah 32 kotak atau setara 76.8 KWh. Lalu modul-modulnya cukup satu untuk semua baterainya. Meski begitu, komponen keseluruhan bagian baterai Ionic 5 juga sudah termasuk sistem pendinginan dengan liquid serta komponen-komponen pendukung. Case-nya juga tidak sembarangan didesain, serta ada hal-hal lain untuk mendukung kinerja baterai Ionic 5 agar tetap maksimal.

Jadi, dari hitungan seperti itu, sekarang saya menganggap harga Hyundai Ionic 5 itu tidak mahal.

Sebagai info, gosipnya harga Hyundai Ionic 5 akan dimulai dari angka 600 jutaan, katakanlah 600 mendekat ke 700 juta, itu sudah setara dengan membeli baterai EcoFlow Delta Pro 3600Wh sebanyak 16 buah agar setara dengan kapasitas baterai Ionic 5 versi termurah.

Lalu bagaimana dengan hal-hal lainnya?

Life cycle? Jenis baterai? Kita ulik sedikit yuk!

Baik baterai EcoFlow Delta Pro ataupun baterai Ionic 5, sama-sama menggunakan baterai jenis Lithium-Ion. Namun tertera jelas bahwa EcoFlow menjanjikan cycle life dari baterai Delta Pro hingga 3500 cycle lalu baterai turun kapasitasnya menjadi 80% dan hingga 6500 cycle lalu kemudian kapasitas turun hingga 50%.

Baca juga :  Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi Mi A1 yang Wajib Kamu Tahu

Sedangkan cycle life baterai Ionic 5 belum diketahui secara pasti. Hyundai hanya memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 Km, mana yang tercapai lebih dulu.

Kedua baterai sama-sama dibekali kemampuan charging super kencang dan sama-sama bisa diisi dari stasiun pengisian baterai dengan arus DC sehingga pengisian bisa sangat singkat.

Perbedaannya terletak pada kemudahan service atau penggantian cell baterai karena sejak awal Hyundai Ionic 5 memang dibuat agar mudah dilakukan perbaikan pada bagian baterainya.

Jika kita menghitung garansi baterai Ionic 5, garansi 160.000 Km/ 8 tahun, berarti rata-rata sekitar 54 Km per hari. Bukan jarak yang pendek ya. Sedangkan baterai Delta Pro yang berkapasitas 3,6Wh memang tidak akan bertahan berhari-hari kalau digunakan non stop untuk peralatan elektronik di rumah.

Tapi EcoFlow memang didesain bukan untuk sehari-hari. Jika habis setiap hari dan diisi setiap hari, maka cycle 3500 juga bukan cycle yang singkat. Jika setiap hari dihitung 1 cycle, maka butuh 9,5 tahun hingga cycle tersebut dicapai. Bukan waktu yang singkat.

Nah, jadi kelebihan Delta Pro ini baterainya sedikit lebih panjang mungkin ya cycle-nya, walaupun tidak ada kejelasan soal cycle dari baterai Ionic 5 dan ada kemungkinan juga cycle-nya lebih baik.

Operasional Sehari-hari

Seperti diunggulkan dalam promosi Hyundai Ionic 5, bahwa baterai mobil ini bisa digunakan untuk menopang listrik alat-alat elektronik dan bisa menjadi genset darurat jika mati lampu atau berada di luar ruangan dan camping.

Maksimal Watt dari output Ionic 5 saat digunakan untuk sumber listrik arus AC adalah 3,6kW, setara dengan output EcoFlow Delta Pro. Namun dengan Delta Pro kita bisa rangkai dua unit untuk mendapatkan output 7,2kW.

Baca juga :  Daftar Harga Mobil Baru HONDA di Pekanbaru, Riau, Sumatra!

KESIMPULAN

Tentu kita tidak bisa membandingkan apple to apple antara EcoFlow Delta Pro yang didesain sebagai Power Station statis namun portable dengan baterai EV pada Ionic 5.

Namun yang saya ingin katakan adalah bahwa harga baterai jenis Lithium-Ion itu memang sangat tinggi. Bahkan nilai tertinggi dari sebuah EV adalah baterainya. Itu kenapa harga mobil electric atau EV masih cukup mahal saat ini. Namun ke depan bisa jadi harganya akan semakin turun.

Beberapa vendor asal China juga mulai membuat EV dengan dimensi kecil sehingga dengan baterai yang kapasitasnya biasa saja, masih bisa menjangkau jarak tempuh yang cukup jauh. Namun semurah-murahnya EV, dalam 3 tahun ke depan harganya masih tidak akan murah.

Ibaratnya, jika kita beli mobil dengan bahan bakar minyak, kita beli mobil dapat kerangka dan roda-rodanya, serta mesin penggeraknya.

Sedangkan kalau kita beli sebuah EV, kita beli kerangkanya, komponen-komponennya, motor penggeraknya yang merupakan pengganti mesin penggerak, sekaligus dengan pengganti bahan bakarnya yakni baterai. Tentu tidak mengherankan jika harga EV masih sangat tinggi.

Namun menimbang harga baterai Lithium-Ion memang masih sangat tinggi, maka mobil listrik atau EV dengan harga 600-800 jutaan, sepertinya masih sangat worth it untuk dibeli. Dengan hitungan kasar, kita memang seakan beli baterai dengan bonus mobil. Setuju atau tidak, bagian termahal EV memang baterainya.

Originally posted 2022-04-12 15:42:52.

LEAVE A REPLY