Sampah sudah menjadi bagian dari kehidupan kita karena disukai atau tidak, keberadaan sampah baik organik maupun anorganik akan mengikuti kegiatan produksi oleh manusia dan alam.

Sampah organik dihasilkan dari aktivitas makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan, dan berasal dari sisa-sisa makanan alami yang kita konsumsi. Sedangkan sampah anorganik biasanya berasal dari produk yang kita gunakan dan bekas packaging dari makanan-minuman yang kita konsumsi. Sampah organik lebih mudah terurai dan melebur dengan lingkungan sedangkan sampah anorganik memerlukan perlakuan khusus untuk bisa terurai sehingga pemanfaatannya harus semakin ditingkatkan.

Meskipun adanya sampah biasanya mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap, namun sampah juga bisa kita manfaatkan untuk kehidupan. Apa saja manfaatnya? Berikut adalah manfaat sampah organik dan anorganik.

Manfaat Sampah Organik

Sampah organik

Sampah organik biasanya bisa berasal dari sisa buah-buahan, sisa sayuran, bisa juga berbentuk sisa kertas, kayu, ranting pohon, dan daun-daunan yang jatuh dari pohon. Sampah organik bisa berjenis basah ketika memiliki kandungan air yang tinggi sehingga lebih cepat membusuk akibat kelembapannya. Sedangkan sampah organik kering memiliki kandungan air rendah sehingga pengurainnya lebih lama dibanding organik basah. Berikut macam-macam pemanfaatan sampah organik:

1. Diolah menjadi pupuk kompos

Sampah organik bisa dijadikan bahan untuk pupuk organik atau kompos dengan teknik tertentu. Bahkan jika tidak ingin repot, kita hanya perlu membuat lobang untuk mengumpulkan sampah organik lalu ketika sudah busuk dan menyatu dengan tanah maka tanah tersebut bisa membuat tanaman menjadi subur.

2. Diolah menjadi biogas

Dengan teknik yang benar, maka sampah organik yang berasal dari tempe, tahu, serta kotoran hewan bisa menjadi sumber biogas. Yang dibutuhkan adalah wadah tertutup sebagai tempat penampungan gas dari sampah organik. Agar lebih cepat maka dibutuhkan decomposer untuk mempersingkat pembusukan sampah organik. Biogas ini bisa dimanfaatkan untuk memasak dengan kompor berbahan bakar biogas.

3. Diolah menjadi pakan ternak

Sisa-sisa makanan yang berasal dari bahan alami bisa dijadikan tambahan untuk makanan hewan ternak. Tidak perlu repot dalam mengolah karena hewan ternak biasanya mau memakan sisa-sisa makanan dan rumput-rumputan.

4. Diproses menjadi kerajinan tangan

Kerajinan tangan bisa dibuat menggunakan sampah organik kering seperti mengubah batok kelapa menjadi asbak, batok kerang yang bisa menjadi souvenir, serta sisa kayu yang bisa diolah menjadi alat sederhana.

Pada dasarnya, sampah organik ketika didiamkan pun akan memberikan manfaat, misalnya menggemburkan tanah. Karena itulah kita sebaiknya memisahkan sampah organik dan anorganik sehingga kita bisa memanfaatkan dengan lebih mudah.

Manfaat Sampah Anorganik

Sampah anorganik tidak seperti sampah organik yang ramah lingkungan, maka perlu perlakuan yang benar agar tidak merusak lingkungan sekitar kita. Sampah anorganik yang dibiarkan tanpa diproses bisa menjadi bencana, misalnya banjir akibat sampah menumpuk pada selokan dan sungai.

Kerajinan tangan dari sampah

Maka kita sejak saat ini harus lebih peduli dalam memproses sampah anorganik yang biasanya berasal dari produksi kimiawi agar bisa bermanfaat bagi kehidupan kita. Berikut adalah contoh pemanfaatan sampah anorganik:

1. Didaur ulang menjadi barang baru

Sampah anorganik berbahan plastik seperti botol minuman bisa didaur ulang sehingga kita tidak boleh membuang sembarangan. Jika dikumpulkan, maka sampah anorganik bisa bermanfaat untuk dibuat menjadi barang baru, tentu setelah melalui peleburan dan proses industri lainnya.

Kita memang tidak semuanya mampu dalam mendaur ulang, namun kita bisa menjual sampah anorganik ke pengumpul sampah yang kemudian mereka akan menjual lagi ke industri. Tidak semua jenis sampah anorganik bisa didaur ulang, cara berikutnya bisa dijadikan pilihan.

2. Dijadikan tempat media tanam

Baik plastik bekas, botol, kaleng, dan sampah anorganik yang memiliki ruang, bisa dijadikan sebagai tempat media tanam. Kita tidak perlu membeli pot tanaman sehingga bisa memanfaatkan bahan yang ada.

Jika kita bisa lebih kreatif, kita juga bisa mengkreasikan botol-botol menjadi lebih menarik untuk hiasan rumah.

3. Diolah menjadi kerajinan tangan

Cara yang banyak dilakukan untuk memanfaatkan sampah anorganik bahkan bisa menghasilkan pundi-pundi adalah dengan merubahnya menjadi kerajinan tangan.

Sudah banyak yang berhasil memanfaakan sampah anorganik menjadi tas plastik, alat-alat rumah tangga, bahkan bisa dikreasikan menjadi aksesoris.

4. Penggunaan kembali untuk alat rumah tangga

Jika tidak ingin repot merubah barang bekas dari sampah anorganik, maka kita sebenarnya bisa langsung menggunakannya untuk kebutuhan lainnya. Misalnya, botol yang sudah tidak terpakai bisa dijadikan untuk tempat menaruh sesuatu seperti misalnya pupuk kimia sehingga lebih awet dan tidak lembap.

Beberapa sampah anorganik juga bisa dijadikan mainan anak-anak, misalnya membuat kincir angin, kincir air, perahu berbahan plastik, mobil-mobilan, dan mainan lainnya.

Jadi, sampah anorganik sebenarnya bisa diolah menjadi banyak sekali alat baru untuk kebutuhan sehari-hari asalkan kita mau untuk meluangkan waktu untuk berkreasi.

Manfaat sampah organik dan anorganik sangat beragam sehingga kita harus semakin peduli dalam memilah jenis sampah dan rela mengumpulkan lalu kemudian diolah atau diberikan dan dijual ke pengumpul sampah baik itu pengumpul sampah organik maupun anorganik.

LEAVE A REPLY