Kalau Anda seangkatan dengan elmuha, kemungkinan hapal dengan blog-blog mana saja yang dulunya ramai komentar.

Lalu sekarang blognya sepi, ada apa?

Apa sebabnya blog motor yang tadinya ramai bisa jadi sepi, apakah ada faktor FBY dan FBH?

Lalu, apa rahasia kenapa blog yang dulu sudah ramai, kini tetap ramai?

Saya gak akan bahas semua, hanya sebagian saja. Yang saya hapal betul bagaimana proses menuju sepinya.

Jadi, saya adalah fans Yamaha. Tapi saya bukan berarti tidak suka Honda, Kawasaki, Suzuki, dll.

Nyatanya, motor matic kecil terbaik menurut saya Honda yang punya. Ayam jago tetap Suzuki terbaik, bahkan Suzuki punya sport 150cc teraduhai, dan matic yang beda kelas.

Kawasaki, aduh, motornya cakep2 semua. See?

Saya suka Yamaha, tapi suka juga merk lain. Tidak fanatik.

Bagus saya bilang bagus, jelek saya bilang jelek namun sebab selera.

Sedangkan yang saya ingat di salah satu blog yang dulu ramai, pernah dibahas soal Yamaha R15 V3.

Ibaratnya dicemooh kenapa R15 kok mukanya mirip CBR600RR.

Saya dalam hati, ya so what sih, kalo bagus mah biarin aja nape.

Lagian, R15 V3 hadir dengan Upside Down, arm model banana, body cakep, buritan super sporty, mesin juga asyik banget. Kenapa gak memuji itu dan malah fokus ke hal negatif.

Dari situ, akhirnya saya mulai malas membaca artikel di blog tsb.

Ada apa sih kenapa kok benci amat ama produknya Yamaha.

Mengingat kejadian sebelum itu, ternyata ada semacam konflik mindset tentang dunia Blogger vs Media.

Ya saya memaklumi keduanya. Hanya soal waktu saja sebenarnya Blogger akan diakui, kenapa harus marah ketika Blogger direndahkan. Raditya Dika dari sebuah blog bisa jadi artis terkenal kan?!

Kang Taufik TMCBlog, dari blog lalu bisa jadi komentator di acara MotoGP di Trans7.

Saya sejak dulu yakin Blogger pada akhirnya akan dianggap sangat penting. Jadi misal dulu direndahkan, ya maklumi saja, mungkin yang bilang hanya belum tau atau hanya tau dari bawahannya.

Tapi sejak itu, blog yang saya bahas di atas, jadi selalu menyerang Yamaha. Saya yang ngefans Yamaha dibanding merk lainnya, tentu saja jadi gak betah dong.

Fans Yamaha itu kebanyakan ya agak fanatik loh, hati-hati.

Menyindir boleh, tapi jangan keseringan dibully. Malah pergi jauh ntar. Padahal pembaca fanatik itu yang bisa bikin blog ramai, asalkan masih sopan saja.

Lalu ada satu lagi blog yang kok ikut-ikutan, sering mengkritik Yamaha dengan cara yang gak fair, menurut saya tentu saja. Sama, saya jadi gak betah baca dan lebih pilih gak buka lagi, apalagi komen.

Nah, lucunya, ada satu blog yang justru kebalikannya, terlalu sering memuji Yamaha namun kok sering mengkritisi produk merk lain dengan cara yang menurut saya gak fair.

Guess what, saya juga gak betah di situ dan akhirnya gak buka lagi blognya.

Karena itu tadi, meskipun saya suka Yamaha, tapi saya juga suka Honda, Kawasaki, Suzuki, juga KTM, Ducati, dll. Jadi ketika produk yang menurut saya bagus lalu dikritik secara tidak fair, logika saya sulit mencerna.

Maka, blogger motor yang masih coba memulai, seperti saya, cobalah untuk selalu fair dalam membahas motor.

Bagus dibilang bagus, jelek ya dikritik tapi fair, misalnya, bahas kelebihannya juga, gak cuma kelemahan.

Jika kita bandingkan R25 vs CBR250RR, apakah R25 tidak punya kelebihan sama sekali?

Kan tentu tidak. Riding quality-nya kan lebih nyaman! Otomatis orang yang butuh itu akan prefer R25 over CBR250RR.

Desain juga beda, CBR250RR cenderung sporty yang agresif dengan sudut tajam, R25 hadir lebih elegan dengan sudut sopan. Itu kan soal selera saja. Nah, contoh barusan ini menurut saya fair.. Gak tau juga menurut masbro sekalian gimana.

Untuk bertahan menjadi blogger yang kredibel, kadang kita memang harus fair sehingga bisa menjangkau semua pihak.

Blogger yang fanatik satu merk, atau dua merk, juga akan menjadi rujukan, tapi marketnya tentu lebih sempit. Lambat laun, mungkin tidak lagi akan dipercaya karena selalu condong ke merk tertentu.

Ya begitulah opini singkat saya tentang pandangan kenapa ada blog motor yang dulu ramai, bloggernya populer, kok jadi sepi sekarang.

Kemungkinan opini di atas tidak sesuai fakta, karena memang hanya berdasarkan pengamatan dan perasaan saya saja. Mungkin kalian punya pendapat lain?

LEAVE A REPLY