Kita perlu untuk punya hal-hal yang mendukung hidup kita agar enak, nyaman, layak.

“Kita” di sini adalah orang biasa, bukan orang-orang terpilih yang bisa super sabar dalam kekurangan dan kemiskinan.

Jika Anda mampu, tentu saja hidup kekurangan pun tak apa. Tapi jika Anda masih seperti saya yang kadang gelisah ketika hidup menemui sedikit kesulitan, mungkin sudah saatnya untuk serius melayakkan hidup. Caranya?

Jangan kira kalau orang sudah punya uang dan aset melimpah, lantas hidup dia jadi nyaman, nope!

Tidak!

Kalau punya banyak uang namun masih berpikir bahwa dia miskin, maka akan tetep susah juga.

Yang harus dimiliki dan dibangun adalah mindset dan kecerdasan dalam menggunakan uang.

Misalkan, ada orang yang rela pakai HP jadul yang lemot, layarnya sudah pecah dan buram, padahal pegangannya mobil kelas Fortuner misalnya. Itu secara perhitungan gak efisien kan, buang waktu. Padahal modal di bawah 2 juta bisa dapat HP yang mencukup baik performa maupun fiturnya.

HP butut yang masih dipakai itu bisa berefek banyak yang akhirnya bisa mengorbankan Will Power. Waktu yang terbuang lebih lama tentu juga salah satu efek negatifnya.

Atau, membeli sesuatu yang justru menyusahkan.

Misalnya, beli mobil bekas kelas mewah. Walaupun harganya terjangkau namun dengan kemewahan ala Eropa. Apa repotnya? Biaya perawatan yang lebih banyak dan lebih sering. Belinya memang menggunakan passion dan sedikit gengsi, tapi misal gak siap dengan biaya perawatan yang besar, maka akan sangat menguras tenaga, pikiran, dan waktu. Uang sudah pasti.

Atau, beli alat elektronik berkali-kali karena memilih yang murah. Akhirnya cepet rusak lalu harus beli lagi, sambil ngomel.

Harusnya kan beli yang agak bagusan, walau agak mahal. Tapi dihitung-hitung akhirnya jauh lebih irit.

Lalu, Minimalis!

Cara super berikutnya adalah mengadopsi gaya hidup minimalis.

Makna minimalis itu agak sedikit panjang mungkin ya kalau dibahas. Intinya menurut saya adalah; hidup dengan hal sesimpel dan seminim mungkin. Buang semua yang bikin nguras pikiran.

Misalnya sepatu. Cukuplah satu untuk masing-masing jenis. Boot 1, casual 1, sport 1, dsb. Ya 2 mungkin masih oke.

Tas, ya cukup satu saja untuk masing-masing fungsi.

Pakaian, pilih yang paling simpel sehingga gak nguras pikiran karena bingung pilih yang mana.

Rumah, buang semua yang tidak dipakai dalam waktu lama. Buang di sini maksudnya ya bisa dikasihkan ke yang membutuhkan atau dijual.

Itu adalah contoh-contoh untuk gaya hidup minimalis, berdasarkan pemikiran elmuha.

Rumah yang terlalu besar hanya berguna sesekali, sedangkan untuk waktu yang lama akan melelahkan. Kecuali Anda cerdas menggunakan uang; hire pembantu rumah tangga.

Contoh lain dari kecerdasan menggunakan uang;

Bisnis yang sudah berjalan dan bertumbuh, akan merepotkan jika tetap diurus sendiri. Lebih menguntungkan untuk menggaji karyawan lalu pikiran dan tenaga bisa difokuskan untuk mengembangkan bisnis.

Masih ada bejibun contoh, namun intinya adalah; mindset “gak mau ngerepotin diri sendiri” itu harus ditanamkan dulu.

Kalau tidak begitu, maka nanti jika anda punya uang bejibun, tapi mental masih kere, maka sama saja; hidup tetep susah.

Saya kira mindset tetep lebih penting dibanding uang. Tapi mindset tanpa uang tu buat apa juga?!

Jadi harus jalan bareng. Hayuk. eh apa si.

LEAVE A REPLY