Salah satu yang saya amati dari kehidupan adalah bahwa diam itu bisa bikin waktu kita berlalu begitu cepatnya.

Diam ini bukan berarti diam yang benar-benar diam, namun berupa kondisi yang tidak ada progress serta stuck di tempat yang sama.

Masa kecil kita terasa begitu lama karena kita banyak menemukan hal baru. Hari ini mainan ini di tempat ini, besok mainan lainnya di tempat lain lagi.

Hari ini mempelajari ilmu baru tentang suatu topik, besoknya belajar hal lainnya.

Begitu banyak hal baru yang kita alami membuat hidup kita jadi terasa panjang banget.

Sedangkan saat beranjak dewasa, pikiran dan aksi kita ternyata malah seringnya mandeg di tempat yang sama.

Entah karena terlalu betah dan setia dengan rutinitas yang disukai. Atau mungkin karena malas untuk menemukan dan mempelajari hal baru.

Semakin dewasa, saya merasakan justru semakin takut untuk melakukan hal baru.

Terlalu betah di zona nyaman, akhirnya gak berkembang gak bertumbuh, diam di tempat!

Dan lalu tak terasa, 5 tahun berlalu. Dan, w-t-f happened?

Apa yang kulakukan kemarin, minggu lalu, tahun lalu?

Pernah gak kalian melakukan kesibukan selama beberapa hari, dan kalian lelah, kalian merasa sudah lama, padahal baru minggu kemarin. Biasanya hal ini saya alami ketika saya mondar-mandir satu tempat ke tempat lainnya yang belum pernah saya menginjakkan kaki di situ sebelumnya.

Isuzu DMAX 2021

Yes, tempat baru! Itu bikin hidup kita juga bisa lebih lama. Maksudnya, ya sering-seringlah mengunjungi tempat yang belum pernah dilihat atau dikunjungi sebelumnya.

Pelajari kemampuan atau skill baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya meskipun sudah kepingin banget sejak kecil misalnya. Atau untuk ngirit tenaga, kembangkan skill ke level yang lebih tinggi.

Karena pergerakan atau progress ke level yang belum pernah diraih sebelumnya, juga merupakan salah satu upaya untuk memperlambat waktu.

I know, semakin dewasa, rutinitas kita semakin menjadi sebuah kekokohan. padahal seharusnya kita gak pernah berhenti untuk exploring the world.

Mencari tahu, ada apa saja di dunia ini.

Beberapa menit lalu, saya baru tau ternyata ada robot yang bisa menyelesaikan Rubik’s Cube dalam waktu kurang dari satu detik. Saya melongo, ternyata di sana ada manusia super pintar begitu. Apalah saya ini yaa, hmm..

Tapi, aktivitas nonton video begitu, bukanlah progress kehidupan yang saya maksud. Karena dari yang saya alami, meskipun saya mendapatkan wawasan baru, tapi aktivitasnya adalah aktivitas yang kuno sekali; nonton video YT.

Pergerakan yang bisa memperlambat waktu adalah yang real, yang nyata banget bagi kita. Pindah tempat dari comfort zone kita, ke tempat baru.

Atau jika itu adalah sebuah skill, maka progress kemampuan kita yang akan memperlama waktu, bukan hanya sekedar wawasan tanpa action. Doesn’t work like that, kalau berdasarkan pengalaman saya.

So, tugas saya dan Anda mulai dari hari ini adalah, menyadarkan diri bahwa kita harus membuat progress. Kita harus bergerak. Kalau hanya diam, kita akan mati perlahan.

By the way, tadi pagi saya melihat ada anak-anak kecil jalan pagi, bahkan ada yang masih baru bisa jalan ternyata semangat banget jalan kaki di jalan depan rumah yang sudah aspal, bikin saya super iri.

Ah, saya ingin sekali lari pagi sejak beberapa bulan lalu. Belum kesampaian juga hingga hari ini. Sepertinya besok saya harus menormalkan siklus tidur lagi, agar saat bangun pagi, saya segar lalu semangat mencari jalanan kosong untuk lari pagi. Ah, mumpung besok hari Minggu.

LEAVE A REPLY