Dalam memilih smartphone, elmuha biasanya punya kriteria khusus yang kadang agak “berbeda” seleranya dibanding manusia lainnya.

Soal harga, saya jujur lebih suka yang dibawah 2 juta rupiah. Kalau mau mahal, paling ya sekalian yang 3 atau 4 jutaan. HP harga 2 jutaan bagi saya pribadi itu HP nanggung. Mending murah, murah sekalian. Mahal, mahal sekalian, misalnya Galaxy Note10+, itu gak apa-apa 😀

Lantas, kenapa saya akhirnya pilih Xiaomi Mi A2 Lite?

Gampang saja; HP ini memenuhi kriteria saya. Ini dia;

1. Murah, harganya mulai 1.5 jutaan rupiah, sudah murah lebih tepatnya. Karena, ponsel ini kan keluaran tahun lalu, banderol awalnya sekitar 2 jutaan juga.

2. Unik. Punya satu hal yang gak dimiliki kebanyakan Android phone lainnya; yakni Android One.

3. Kameranya lebih bagus kualitasnya dibanding rival di harga 1 jutaan. Soal harga memang sebanding dengan Samsung A10 misalnya, tapi kualitas kameranya beda signifikan loh.

4. Keburu suka Xiaomi. Meski A2 Lite bukan pakai MIUI, namun vendor Xiaomi itu sudah melekat di hati… kkk.

5. Specs cukup. Gak wow sih sebenernya, CPU nya cukup jadul, tapi irit daya. Baterainya cukup besar, layar cukup lega.

Ngeblog di hp smartphone android

6. Dimensi gak sebesar rival. Galaxy A10 sedikit lebih besar di atas kertas, namun ketika dipegang, bedanya cukup signifikan di genggaman.

7. Intinya sih; paling worth it value for money-nya.. Mungkin karena tadinya dibanderol 2 jutaan ya kan.

Kayaknya gitu doang si alasan saya pilih Xiaomi Mi A2 Lite. Alasannya karena ini murah tapi gak murahan, dan saya pengen ngerasain Android One.

Ternyata, Android One itu menyenangkan loh.

Malah tampilannya lebih mantul dari MIUI, dan jauh lebih enak dilihat dibanding One UI nya Samsung.

Kekurangan Android One hanya satu; fiturnya kurang lengkap.

Sebelum pakai Mi A2 Lite, saya sempet pakai Mi 4 sekitar 2 tahun kurang. Dan overall experience-nya positif.

Yang saya incar di Mi4 adalah fitur kamera dan status (mantan) flagship. Ternyata saya gak salah pilih. Yang ngeselin cuma storage yang cepet banget abis, maklum, cuma 16GB internalnya tanpa ada slot microSD.

Mi A2 Lite ini, meskipun bukan flagship, tapi lebih unik dibanding ponsel murah Xiaomi lainnya. Jadi…. ya, puas banget sih. Gak salah pilih.. Belum pernah sih jujur aja, salah pilih tuh.

Saya beli online ya, dan saya selama ini seringnya cuma beli barang jenis gadget itu di official store-nya marketplace. Misal di Lazada, maka saya belinya HP yang disediakan resmi oleh Lazada, meskipun stock-nya punya partner mereka.

Atau Mi A2 Lite ini, saya dapetin dari JD.ID, juga dijualnya oleh JD.ID. Harganya mungkin bukan yang termurah, tapi saya punya perasaan lebih tenang aja.

Alhamdulillah, belum ada problem yang berarti.. Bukan berarti kalau beli di non-official store itu jelek loh. Enggak sama sekali. Cuma, memang elmuha ini gak suka banget kalau ada HP udah gak ada stock tapi masih dilisting aja di marketplace, harus nanya2 ini ada stock atau enggak, dsb.

Gitu ya kira2.. Saya belum cek, masih banyak gak sih yang jual Mi A2 Lite. Namun kalau masih ada, mending kalian beli Mi A2 aja. Nah loh… 😀 Tapi, dia punya kekurangan sih, gak ada microSD card slot misalnya… Kalau kalian mau yang lebih lengkap, dengan kompromi pada performa, maka ya Mi A2 Lite ini paling mantul sih di harga 1 jutaan, terbaik lah.

LEAVE A REPLY