Vinales itu sepertinya membawa slogan “Win or Nothing.”

Juara MotoGP Assen 30 Juni 2019
Posisi finish MotoGP Assen 2019

Sepanjang 2019 belum ada balapan yang memuaskan, eh sekalinya bagus langsung juara.

Sejak FP1, elmuha sudah punya feeling enak buat Yamaha. Sepertinya di sinilah Yamaha benar-benar menguasai, berbarengan dengan Suzuki btw. Sayangnya, Alex Rins terlalu buru-buru ndlosor, maklum lah, gak biasa leading dari awal mungkin. Atau mungkin terlalu nge-push. Tekanannya terlalu besar. Soal leading; Marc paling ahli.

Selain Rins, ada Rossi yang crash, ah.. entah ada masalah apa dengan Kak Ross.. Crash kencang membawa sekaligus Nakagami.

Alex Rins Crash
Penggunaan jenis BAN

Pembalap Yamaha lain yang moncer tentu saja ada Quartararo. Tapi dia masih butuh banyak belajar, gak aneh kalau dia start awal tapi lalu mundur sedikit ke belakang.

Morbidelli, gak buruk sama sekali. Finish ke 6 di belakang duo Ducati.

Saya gak tau apa yang terjadi dengan Mir kenapa jadi finish di belakang Morbidelli bahkan di belakang Crutchlow, padahal tak lama sebelumnya sundul2an bersama Dovi dan Petrucci, sepertinya dia melebar.

Marc vs Vinales vs Quartararo

Marc Marquez however, finish ke dua. Posisi yang tetep aja bagus banget, ini benar-benar faktor Marquez yang dominan. Bahkan Duo Ducati Factory pun tak sanggup dekat-dekat Yamaha.

Anyway… SELAMAT buat Maverick Vinales. Memang layak dan sepantasnya juara di Assen ini. Semoga kemenangan satu balapan ini bisa memicu semangat dan motivasi untuk menang lagi besok-besok hari di musim 2019 ini.

Setidaknya ada 2-3 sirkuit lagi dimana Vinales bisa dominan.

Elmuha adalah termasuk yang BODO AMAT dengan Championship alias point-point yang terkumpul untuk menjadi Juara Dunia. Bahkan Rossi juara dunia di tahun berapa saja saya gak hafal.

Yang saya NIKMATI adalah pertarungan di setiap dan semua RACE-nya. Jadi, meskipun seseorang bisa punya point tinggi, tapi racenya gak menarik, ya pada akhirnya akan jadi pembalap biasa-biasa aja.

Termasuk untuk di 2019 ini adalah Dovi yang udah mulai “kendor.” Ah, padahal dia pesaing serius Marquez.

Yang patut ditunggu saat ini malah datang dari Alex Rins, Miller, dan tentu saja Quartararo.

Masa “keemasan” pembalap MotoGP sekarang sepertinya jadi jauh lebih cepat dibanding zamannya Rossi atau generasi sebelumnya.

Marc yang bisa menguasai selama bertahun-tahun terakhir, semoga ada yang bisa menjegalnya juga 😀

Bukan karena saya gak suka Marc, malah faktanya saya kagum dengan satu orang ini; levelnya satu tingkat di atas pembalap lainnya. Namun kalau Marc lagi marc lagi, jamin deh, lama-lama ya bosen juga.

MotoGP is a sport, and Sport itu hiburan juga. Hiburan itu harus menarik, kalau gak menarik ya gak akan ada yang nonton. Dari situlah elmuha amat sangat maklum banget kalau misal Dorna jadi pilih kasih atau membuat strategi2 biar kompetisi MotoGP lebih menarik.

Maklumin lah, saya belajar di kampusnya jurusan Marketing. Jadi kalau ngomongin balapan motor kayak gini, saya memandang dari beberapa sisi.

Alright.. Stop talking too much.. Sampai jumpa di MotoGP Jerman satu minggu lagi.

LEAVE A REPLY