Dalam hidup, memang banyak hal terjadi di sekitar kita, tapi tidak semuanya bisa kita kontrol.

Kita seringnya hanya bisa mengontrol reaksi kita pada keadaan, namun keadaan tsb terlalu sulit untuk kita rubah kondisinya. Bisa, tapi butuh banyak energi, dan kadang tak mungkin bisa sendirian.

Jadi, pertama kali; berhentilah menyalahkan keadaan karena tak ada untungnya buat diri kita. Berhentilah suka menyalah-nyalahkan orang lain ketika kita sedang dalam kesengsaraan.

Saya pernah membaca quote powerful; “jika kita miskin di negara berkembang, maka itu bisa hampir dipastikan salah kita sendiri.”

Jika kita renungi lebih dalam kalimat itu; saya yakin pasti kita semua setuju bahwa; Terlalu banyak kesempatan di negara berkembang!! Ya, memang masih bisa diperdebatkan.

Sebagian yang pesimis; pasti mikir, justru di negara maju ketika semua infrastruktur tersedia, kita bisa lebih cepat sukses.

Yang optimis; di negara maju itu persaingannya juga sudah gila-gilaan. Kita beruntung ada di negara yang sedang berkembang, tinggal kita mau menempatkan diri kita di bagian mana.

Lihat saja pembangunan di negeri ini. Lihat juga bagaimana perusahaan-perusahaan digital melakukan ekspansi dan mendapat kucuran dana ratusan bahkan ribuan milyar.

Itu semua adalah kesempatan!

Cara sukses harta
The symbol… katanya!

Jika kalian masih menyalahkan keadaan (termasuk saya kalau sedang khilaf), itu sih keterlaluan.

Lalu gimana dong cara memanfaatkan keadaan saat ini? Mengambil kesempatan di tengah “hutan rimba” Indonesia?

Tingkatkan kualitas diri!

Kuatkan daya saing kita!

Dan terus-menerus secara konsisten melakukan dua itu; DISIPLIN!

Saya selalu yakin 99% bahwa siapapun jika disiplin, tinggal menunggu waktu dia pasti akan sukses di bidang apapun.

1% yang tersisa adalah nasib! Alias takdir! Alias keberuntungan!

Kok cuma 1%?

Ini sih tergantung sudut pandang.

Saya selalu yakin; tak mungkin kita tidak berubah lebih baik jika kita terus-terusan berusaha sampai takdir itu pun akhirnya dirubah!

Saya orang yang cukup optimis dengan hal semacam itu; jadi saya yakin.

Tidak ada untungnya untuk pesimis dalam menghadapi dunia yang remeh namun tak bisa diremehkan ini.

Asalkan kita mau sedikit introspeksi, dan lalu sadar bahwa konsistensi dan disiplin melakukan hal yang harus dilakukan untuk merubah diri kita menjadi lebih baik; memang adalah kunci satu-satunya!

Setidaknya di jalan yang “normal!”

Memang kadang ada juga keajaiban-keajaiban yang datang begitu saja; well… itu mungkin bukti bahwa NASIB juga berperan penting.

Nasib baik bisa kita dapatkan, paling mudahnya adalah dengan BERDO’A pada Sang Maha Pemberi.

Tapi saya tak ingin membahas terlalu panjang soal NASIB karena takut malah bikin kita semua pesimis untuk benar-benar BEKERJA dan BERUSAHA merubah nasib kita.

Toh takdir-takdir yang datang pada kita; juga memerlukan SYARAT!

Bagaimana rejeki akan datang jika tak ada mediumnya?

Karena itulah, kita ciptakan medium sebagai jalan penghantar rizqi kita dari “Langit.”

Yuk ah…

Soal hasil itu URUSAN ALLAH, kita cuma bisa berusaha semaksimal kita, lalu menyerahkan segala hasilnya, tawakkal!

Jangan pernah putus asa sampai kita mendapatkan apa yang kita tuju. Jemput takdir yang kita harapkan, jangan pernah berpikir bahwa takdir kita pasti jadi orang miskin, yakinlah bahwa takdir kita itu sesuai dengan keinginan kita.

Kecuali kalau memang ingin jadi orang miskin harta; karena sebagian orang memang tak ingin jadi kaya harta; mereka hanya ingin kaya hati, kaya ilmu, dan kaya di akhirat nanti.

Tapi, apakah berlebihan jika saya mau dua-duanya; dunia dan akhirat?

LEAVE A REPLY