Paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan pada sesuatu secara BERLEBIHAN. Itu adalah arti fanatisme yang dikutip dari Wiki.

Dan menurut saya, berlebihan dalam membenci sesuatu juga merupakan fanatisme!

Kita dengan mudah menemukan fanatisme di event Pemilu 17 April kemarin. Berlebihan mendukung salah satu paslon, ada juga yang berlebihan membenci paslon lainnya. Salahkah?

Ya, salah. Tidak ada yang baik dari berlebihan. Mata bisa tertutup, hati bisa menjadi batu, dan akhirnya perkataan bisa ngelantur.

Saya sendiri mendukung dan nyoblos salah satu paslon, namun tidak membenci paslon lainnya. Saya sudah ikhlash jauh-jauh hari sebelum hari pencoblosan. Jika menang alhamdulillah, jika kalah ya akan saya nikmati 5 tahun bersama presiden yang bukan pilihan saya.

Di sini elmuha tidak akan membocorkan siapa paslon yang saya pilih, karena bahasan saya sebenarnya kali ini adalah tentang motor.

Fanboys Yamaha vs Fanboys Honda?

Fanatisme-merk-motor elmuha

Memang ada Kawasaki, Suzuki, dan lainnya. Tapi jumlah yang lebih sedikit membuat efeknya tidak terlalu ekstrim.

Dalam hal permotoran, elmuha tidak hanya terpaku pada sebuah merk. Namun lebih ke “PAKET KESELURUHAN” sebuah motor.

Kalau ternyata cocok dengan kebutuhan dan selera hati; ya pasti itu yang saya suka dan saya pilih.

Motor pertama yang saya suka adalah; Ninja! Tapi tentu gak kesampaian buat dibeli karena saya pun masih SD.

Motor pertama yang benar-benar ingin saya beli adalah Satria FU. Saya kaget betapa nikmatnya motor ini ketika test ride minjem ke temen SMA.

Dua motor itu malah belum pernah berhasil saya miliki.

Motor yang saya miliki malah yang tidak saya ingini, bukan yang saya “puja-puja” meski harganya malah melebihi motor yang saya impikan.

Sekarang; selera saya semakin netral.. Bahkan semakin boring mungkin…

Gak neko-neko… karena kebutuhan pun semakin simpel, dah gak guna pamer-pamer motor, gak ada esensinya lagi di usia saya saat ini.

Motor-motor yang saya suka atau saya rela jadi fanboys berasal dari berbagai merk.

Jadi boleh dibilang (TMC style) saya itu gak punya fanatisme di dunia motor.

Motor bagus pasti saya suka, meskipun belum tentu menjadi motor yang ingin saya miliki.

Produk terbaik belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Dari prinsip ini; saya gak akan berani menyalahkan orang-orang membeli motor yang menurut saya gak layak dibeli alias motor jelek, motor bosok kalau kata komentator, dsb..

Mereka beli motor tertentu karena motor itulah yang paling sesuai kebutuhan, dan mungkin sesuai budget. Kalau ada yang lalu ngecap seseorang adalah fanboy tulen gara-gara beli motor yang menurut dia inferior; saya tentu gak bisa terima itu.

Bagaimana seseorang yang sudah makan asam-garam dalam dunia motor bisa bilang begitu; Saya sedih campur marah dan pada akhirnya; kecewa berat!

Tapi itu hak dia, dia, dan mereka..

Saya hanya berharap; jangan ngatain orang lain punya fanatisme sedangkan dia sendiri fanatik untuk membenci suatu pihak!

Jangan JUDGE orang lain tanpa tau cerita di balik layar.

Jangan bicara seolah-olah hanya pendapat dan selera dia lah yang benar.

Kita itu sama aja keleuzzz!

Cuma beda selera dan background cerita..

Santai aja! Jangan menghakimi!

“You know nothing, Jon Snow!!”

LEAVE A REPLY