Honda CBR150R ABS resmi diluncurkan di Tanah Air. Harganya melonjak hingga Rp 38 jutaan, alias naik 4 juta rupiah untuk versi ABS. Versi ini juga dibekali ESS, Emergency Stop Signal yang akan menghidupkan hazard ketika panic breaking atau ngerem mendadak.

Versi non-ABS juga terkena update facelift. Mulai dari Windshield lebih tinggi, headlights lebih sipit, serta desain velg lebih sporty. Versi non-ABS mengalami kenaikan harga sebesar 200 ribu rupiah.

Dengan harga paling tinggi mencapai 38.5 juta untuk livery Repsol, apakah motor ini layak dibeli?

Saya pernah dengar salah satu user R15 v3 dalam sebuah vlog first impression bahwa dia akan pilih versi ABS jika memang ada pilihannya.

Honda CBR150R ABS Repsol
Repsol livery ABS

Dari situ jelas, motor ABS di kelas cc kecil pun ada peminatnya.

Saya pribadi jujur saja tak terlalu membutuhkan ABS karena sudah terbiasa mengatur tarikan tuas rem saat ngerem mendadak.

Ban slip hanya terjadi sekali dua kali saja sepanjang saya mengendarai motor sport 150cc.

Namun pernah kejadian juga saya hampir celaka parah ketika mobil depan ngerem mendadak dan saya berada di belakangnya.

Pada kondisi itu, bahkan motor dengan rem ABS pun saya yakin tidak akan bisa menolong.

Namun intisarinya, rem ABS mau gimanapun, tetap penting bagi yang sangat mengutamakan keselamatan.

Fitur ini akan sangat berguna juga saat jalanan dalam kondisi basah dan licin, saat itulah ban motor akan mudah slip atau terkunci ketika direm dalam.

Jadi, kalau anda punya budget lebih, pilihlah yang versi ABS.

4 juta untuk fitur keselamatan yang lebih baik akan worth it pada waktunya.

CBR150R diklaim adalah motor pertama yang pakai rem ABS di kelasnya. Dalam hal ini, intip saja R15 dan GSX-R150 yang belum punya pilihan ABS.

Honda CBR150R hitam ABS

Namun, jika Yamaha dan Suzuki niat, tentu tak sulit menghadirkan rem ABS di R15 atau GSX-R150. NMax saja punya versi ABS kan?

Pertanyaannya, apakah mereka mau?

Karena pangsa pasar motor ABS di motor cc kecil itu gak seberapa jika dibanding yang non-ABS.

Di rentang harga hampir 40 juta, akan ada alternatif motor lain yang lebih keren. Bahkan untuk meminang motor bekas 2 cylinder 250cc pada kisaran harga 40 jutaan, tentu dapat yang masih mulus kondisinya.

Jadi, pilihan ABS di motor kecil mungkin lebih penting hanya untuk menegaskan kalau pabrikan tertentu; mampu membuat dan peduli pada keselamatan.

Pada waktunya nanti, ketika masyarakat kita semakin sadar pada fitur keselamatan yang lebih canggih, maka fitur rem ABS akan menjadi fitur wajib pada motor.

Untuk saat ini; ABS masih menjadi fitur ” mewah” pada motor kecil. Semoga harga teknologi ABS ke depannya bisa lebih terjangkau di motor kecil.

LEAVE A REPLY