Komparasi yang sulit, namun sebenarnya mudah banget dijawab.

Halo, semoga kabar kalian baik semua.. Kalau tidak baik, nikmati saja, semua pasti berlalu, biarkan waktu yang mengobati….

Sekarang, let’s focus! Pilih Vario 150, atau Aerox 155?

Meskipun secara harga dua motor ini mirip, namun menurut saya keduanya tidak berada di satu kelas.

Vario 150/125 lebih cocok dikomparasi dengan Lexi, sedangkan Aerox 155, belum ada rivalnya dari Honda. Ini matic sport, alternatif dari NMax, tapi desain Vario 150 yang juga sporty, mungkin bisa aja sih dipaksa-paksa untuk melawan Aerox 155, karena… itu tadi, harganya deket.

Yamaha Aerox 155 vs Honda Vario 150 2018 2019

Jawaban sederhana untuk Vario 150 vs Aerox 155 adalah ini;

Yang butuh kepraktisan lebih, maka prefer Vario. Yang butuh motor keren, gak begitu praktis namun lebih “asyik”; Aerox!

Suspensi keduanya gak bisa dibilang lembut, itu untuk Vario 150 dan Aerox tipe standar. Sedangkan Aerox 155 R yang pakai tabung di shock belakang, lebih lembut yang tentunya lebih nyaman. Buat nikung-nikung patah mungkin agak mentul tapi gak parah.

Wheelbase Vario yang lebih pendek, jelas lebih enak buat selap-selip di kota, lebih lincah, tapi gak sestabil Aerox 155 saat high speed.

Yamaha Aerox 155 Putih vs Vario 150

Masalahnya adalah, desain Vario kadang terlalu cepat membosankan, tambah lagi, motor ini lebih laris dari Aerox, ya karena desain Vario 150 dan 125 kan hampir sama, jadi lebih banyak kembarannya di jalanan.

 

Untuk standing out, Aerox 155 tetap lebih unggul.

Soal kepraktisan, Vario memang unggul, tapi tidak lantas lalu membuat Aerox 155 menjadi inferior.

Tergantung kebutuhan..

Misalnya gini, anda lebih prefer mana; dek rata di depan, atau kemudahan mengisi BBM karena tangki Aerox letaknya di dek?

Atau, pilih mana; dek rata Vario sehingga bawa barang bisa lebih mudah di depan, atau bagasi besar Aerox sehingga bisa bawa barang penting secara lebih aman?

Vario 2018 vs Aerox 155

Jelas kan, meskipun dua pilihan ini bikin galau, namun jawabannya bisa sangat mudah, kuncinya ini; prefer mana?

 

Tak perlu melihat data AISI, Honda Vario 150 jelas lebih laris dari Aerox 155, baik yang Vario model lama, atau model baru yang diluncurin beberapa bulan lalu. Sama saja, pasti Vario series akan lebih laris.

Kenapa lebih laris?

Karena lebih cocok untuk kebutuhan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Naik ke Vario tak butuh tinggi badan yang tinggi-tinggi amat, tapi bagi yang tingginya 155 cm misalnya, mungkin akan lebih sulit untuk naik ke Aerox 155.

Boncenger juga lebih mudah naik ke jok belakang Vario ketimbang Aerox.

Aerox 155 vs Vario 150

Jadi, ya… Vario lebih mudah digunakan, itu kenapa dari awal disebutkan, Vario lebih praktis.

Tapi Aerox lebih keren kemana-mana, cocok untuk Anda yang lebih passionate. Kekurangan Aerox 155 bisa sirna seketika…

Coba, memangnya Kawasaki Ninja itu praktis? Gak sama sekali kan?

Vixion itu praktis? Gak juga.

Tapi bagi yang ingin menikmati keasyikan yang sedikit lebih… maka pemiliknya rela untuk kompromi dengan kekurangannya.

And btw, boncenger biasanya lebih nyaman di motor yang lebih tinggi, gak gampang cape. Meskipun, untuk naiknya memang perlu effort lebih, tapi nenek saya pun tak pernah mengeluh kok.

Sampai di titik ini kita bahkan belum ngomongin fitur-fitur, performa mesin, tapi apa perlu?

Vario 2018 merah

Saya kira semuanya setuju, masing-masing membawa mesin yang lebih dari cukup, Vario 150 terkenal galak di awal, namun semakin naik rpm maka Aerox 155 semakin unggul, untuk kecepatan tinggi jelas pegang Aerox 155. Tapi mau sundul-sundulan di jalanan macet, saya pegang Vario 150. Bukan berarti keduanya tidak enak untuk sebaliknya… Cuma di sini hanya bicara kelebihan-kekurangan..

Fitur keduanya hampir setara, meski harus ditebus pada rentang harga yang berbeda. Misalnya, untuk smart key, maka Aerox harus di tipe yang lebih tinggi, dsb, dsb…. elmuha pribadi seringnya tak terlalu peduli pada hal-hal itu, apalagi speedometer, seriously!! yang penting keren, itu cukup. hahaha.. Takaran seberapa cepat kita mengemudi, lebih sering elmuha lihat pada kondisi sekitar, bukan speedometer. Yang penting juga adalah adanya indikator bensin, udah ngono tok yo cukup!

Dari paragraf2 di atas, mungkin kalian bisa nangkep kalau saya condong ke Aerox 155. Meskipun kalau harus menjawa secara logika, maka Vario series memang lebih cocok untuk kebutuhan mayoritas warga Indonesia tercinta banged ini!!! Peace out!

LEAVE A REPLY