Ada dua motor yang pernah elmuha miliki dan dibelikan ortu dalam kondisi bekas.

Yang satu, Supra X 125, dibeli dengan saya sebagai saksinya, alias; saya ikut ke showroomnya.

Satu lagi Karisma, dibeli karena konon katanya yang jual butuh duit banget, dan pas banget motor Supra X 125 di atas, sudah hilang diambil orang, hiks.. padahal baru 1 bulan dipakai.. ngenez..

Dan dari dua contoh tsb, saya gak bisa bilang kalau beli motor bekas itu menguntungkan. Tapi ada satu contoh lain yang akhirnya merubah cara pandang saya terhadap motor bekas.

Sepupu saya belum lama ini beli motor bekas, Yamaha R15 yang katanya baru dipakai 6 bulan saja. Tau harganya berapa?

26 jeti brur.. Sedangkan harga barunya sekitar 35 jutaan kan ya.. Jadi, dalam periode tidak sampai setahun, sudah ada penurunan nilai atau depresiasi harga motor tsb sebesar 9 juta rupiah, atau sekitar 25%.

Keuntungan beli motor bekas
Ini motornya, mulus sih..

Dengan budget 26 juta, kalau beli motor baru, cuma bisa beli NMax, Vixion, CB150R, dan beberapa motor lain seharga itu. Sedangkan R15, well, kastanya sudah lebih tinggi dari motor2 tsb, bukan berarti lebih bagus, karena yang bagus adalah yang sesuai kebutuhan penggunanya 😀

Jadi, saya bisa katakan, jika bisa mendapatkan unit motor bekas yang kinclong banget, maka beli motor bekas bisa sangat menguntungkan.

Lalu, keuntungan kedua adalah, motor biasanya sudah jadi STNK dan Plat nomornya, jadi bisa langsung kita bawa jauh sesuka hati tanpa takut ketilang..

Bagaimana dengan kerugiannya?

Ruginya beli motor bekas adalah, biasanya…. gak ada asuransinya..

Kalau hilang, seperti kasus saya di atas, ya udah, hilang gitu aja…

Kalau rusak, masih bisa mengandalkan garansi motor lah ya…

Lalu rugi lainnya adalah, semisalnya kita ternyata mendapatkan unit motor bekas yang tidak mint kondisinya, alias sudah tidak mulus baik luar ataupun dalamnya.

Kalau luar sih mungkin bisa kasat mata kita lihat, tapi kalau dalam, misal pernah jatuh atau nabrak tapi sudah tertutupi lecet2nya, namun tidak mengganti komponen yang terluka, misal komstir dan shock-nya, maka kondisi motor tentunya sudah agak berbeda dibanding kondisi barunya.

Maka, cobalah dulu motor yang akan kita beli, test ride, mungkin ini bisa jadi hal wajib ya, apalagi kalau ternyata motor bekas yang kita incar, body-nya sudah tidak kinclong.

Anyway, kerugian yang kita dapatkan ketika membeli motor bekas, itu hampir semua bisa kita hindari asalkan kita mau sedikit lebih berusaha. Untuk asuransi, kita juga bisa beli sendiri.

Oh iya, pastikan loh ya, surat-surat motor tidak ada masalah sama sekali.

Kalau ada uang, tentu membeli motor baru akan lebih berasa WOW saat kita memegang motor pertama kali.

Tapi, membeli motor bekas yang masih sangat mulus, bisa menjadi pilihan bijak dan sangat menguntungkan asalkan kita bisa cermat dalam memilih unitnya.

Depresiasi motor antara beberapa bulan dengan satu tahun, sepertinya tidak terlalu beda jauh. Itu membuat harga motor bekas yang masih kelihatan baru, menjadi sangat memikat untuk kita pinang dengan Bismillah 🙂

LEAVE A REPLY