Demi masa….. Sesungguhnya manusia kerugian…
Melainkan… Yang beriman dan beramal sholeh..
Demi masa…. Sesungguhnya manusia kerugian.
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran.

Demikian secarik lirik dari lagu Demi Masa yang dibawakan oleh grup nasyid Raihan.. Lagu ini didasari Firman Allah dalam Al-Qur’an yakni Surah Al-‘Ashr.

Surah pendek sepanjang 3 ayat ini memiliki kandungan yang sangat kaya. Dan diawali dengan kata sumpah, Demi Masa.

Sebegitu pentingnya waktu sehingga Allah bersumpah dengannya.

Surah ini selalu kami, anak-anak madrasah Darul Yaqien, baca setiap selesai belajar dan mau pulang. Dulu, beberapa ratus bulan yang lalu.

Dan pada kali ini, elmuha ingin sedikit bicara soal waktu.

Saya ucapkan lagi kata yang baru saya ucapkan, “beberapa ratus bulan yang lalu”. Ya, 10 tahun saja sudah berarti 120 bulan, 120 bulan sama dengan 521 minggu, dan itu sama dengan 3.650 hari.. Ya, itu 10 tahun yang lalu, atau di tahun 2008 dari hari ini.

3.650 hari tentunya akan menjadi kerugian jika kita tidak menggunakannya untuk melakukan hal yang baik, benar, dan bermanfaat bagi kita dan orang lain.

Hidup kita, jika ternyata diberi umur 63 tahun seperti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kita punya jatah 22.995 hari untuk hidup di dunia ini.

Dari jumlah hari tsb, sekitar seperlimanya, kita habiskan untuk hidup tanpa benar-benar mengerti arti kehidupan itu sendiri, ya, dari bayi sampai lulus SD, apa sih yang kita tau? Tapi mungkin inilah masa terbaik dalam hidup kita, masa hidup yang paling indah tanpa beban. Sedih tinggal nangis, butuh tinggal minta..

Mulai dari masa sekolah di SMP atau Tsanawiyah, SMA atau Aliyah, dan yang beruntung sampai kuliah atau Ma’had Ali, di masa-masa itulah kita benar-benar membangun diri kita, membentuk diri kita, tentu sesuai dengan ketentuan Allah.

Biasanya di umur 30an tahun, seseorang baru bisa disebut “orang” oleh masyarakat kita. Itu pun biasanya masih dianggap tidak tau apa-apa.. Sampai di umur 40an tahun, di situ mungkin masa terbaik seseorang dalam menjalani hidup ini.. Benar-benar menjadi khalifah di bumi ini.

Tapi, bagaimana jika ternyata kita cuma diberi umur sampai 35 tahun misalnya.

Bahkan, beberapa teman saya sudah tidak sedikit yang pergi duluan dari dunia fana ini karena berbagai sebab, ada yang sakit, dan ada yang karena kecelakaan, na’udzubillah min dzalik..

Semoga saya dan Anda semua diberi usia panjang yang barokah, aamiin.

Kembali ke judul, bagaimana untuk berhijrah dari yang merugi menjadi yang beruntung di dunia ini?

Maka satu langkah pertama adalah, berhenti melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kita, apalagi jika hal-hal itu adalah kemaksiatan pada Tuhan, semoga Allah mengampuni kita semua, aamiin.

Lalu mungkin kita akan bingung, terus saya ngapain dong? Amalan sholeh itu seperti apa? Yang kayak gimana?

Jawabannya tentu bermacam-macam cara, dari A sampai Z.

Jika dirunutkan, mungkin syaratnya ini; Mematuhi perintahNya, tidak melanggar laranganNya, beribadah hanya padaNya, dan bermanfaat yang baik bagi kita dan manusia lainnya.

Allah yang menciptakan manusia, Allah yang membolak-balikkan hati manusia. Itu kenapa di bumi ini ada orang-orang yang Ahli Hadist, Ahli Qur’an, Ahli kedokteran, Ahli teknologi, Ahli wirausaha, pebisnis, politisi, dan lain sebagainya.

Apa yang menggerakkan hati mereka semua untuk menginginkan menjadi sesuatu? Tentu itu semua atas kuasa Allah.

Jadi, tidaklah semua orang di dunia ini harus jadi ini, harus jadi itu… Boleh jadi apapun, asalkan tetap sesuai dengan syarat tadi, Mematuhi perintahNya, tidak melanggar laranganNya, beribadah hanya padaNya, dan bermanfaat yang baik bagi kita dan manusia lainnya.

Boleh gak jadi pencuri yang ahli? Oh tida boleh, kan dilarang. Boleh gak jadi guru? Oh sangat baik sekali untuk menyebarkan ilmu. Boleh gak jadi politisi? Oh itu seperti menjaga dan ikut mengatur sebuah negara, bermanfaat banget..

Asalkan sekali lagi, menjalani itu semua dengan syarat-syarat sebagai manusia yang beriman pada Tuhan Yang Maha Esa. Politisi yang jujur dan bermanfaat tentu sangat baik sekali, tapi akan berbanding terbalik dengan politisi yang korupsi dan menyalahgunakan jabatan.

Yuk, kita evaluasi diri lagi, aktivitas apa saja yang kita lakukan dan ternyata sia-sia, tidak sholeh dan tidak bermanfaat. Mari kita stop, dan ganti dengan aktivitas baik, benar, serta bermanfaat bagi kita dan sekitar.. Bismillah…

LEAVE A REPLY