Halaman ini mungkin akan diupdate berkala ke depannya dengan kalimat-kalimat motivasi atau quotes tentang kebebasan finansial atau financial freedom.

Kita mulai dari satu paragraf yang menurut saya sangat menginspirasi. Saya lupa dapat quote ini dari mana, sepertinya dari Quora atau dari manaaa gitu, beneran lupa euy. Saya googling singkat pun belum nemu..

Okay, let’s check it out..

Dalam bahasa Indonesia versi translate-an saya kira-kira begini; Jangan fokus ke uang.. Kaya adalah soal memiliki kebebasan, bukan menjadi budak pada kekayaan itu. Jadi, buatlah supaya keuangan (dan usaha) anda berada pada jalurnya dan bekerja secara autopilot (otomatis). Dengan begitu anda tak perlu membuang terlalu banyak waktu untuk mengurusnya, dan anda akan punya kebebasan mengatur keuangan untuk melakukan hal yang anda inginkan, kapanpun anda mau.

Impian banyak orang mungkin memang ini; kebebasan finansial.. Walaupun, jika kita bahas lebih dalam, sebenarnya impian ini tidak terlalu “indah”, cuma “indah” dalam bayangan kita. Cuma, saya belum bisa membuktikan ucapan saya ini, karena finansial saya belum bebas. InsyaAllah sedang menuju ke situ.

Kenapa kok saya tetap menuju agar bisa mencapai financial freedom ketika di sisi lain, saya yakin bahwa impian ini gak “seindah” yang orang-orang bayangkan?!

Jawabannya, karena saya punya impian lain yang tingkatnya jauh di atas uang itu sendiri. Jika saya hidup hanya memikirkan uang, uang, uang lagi, uang terus, maka kapan saya bisa fokus ke hal lain yang lebih bermakna dalam hidup ini.

Jika saya mengabaikan sektor keuangan ini, pun saya belum sanggup untuk hidup seperti, misalnya, para Sufi.

Namun agar gak kebablasan, saya juga membuat batas untuk diri sendiri. Kapan saya harus berhenti, seperti apa financial freedom itu.. Dan lebih penting, freedom itu sendiri.

Ditambah, impian-impian saya yang lain pun kebanyakan memang membutuhkan uang, walaupun bukan uang yang besar, tapi tetap butuh uang. Dan, satu hal yang penting, orang lain membutuhkan uang yang mungkin sebagian turun melalui usaha saya sebagai perantaranya, aamiin.

Soal financial freedom, saya belum bisa mengikuti satu prinsip. Keyakinan saya masih terbelah, ya it’s okay lah… Lambat laun mungkin akan saya temukan titik terangnya.. Semoga.

LEAVE A REPLY