Lelah rasanya setiap hari melihat berita kecelakaan terutama motor yang biasanya berakibat parah pada pengendaranya.

Motor adalah kendaraan yang sangat berbahaya, tidak aneh jika teman-teman kuliah saya, banyak yang tidak bisa mengemudikan motor. Ternyata karena memang tidak dibolehkan oleh orang tua mereka sejak kecil.

Mereka langsung diberi mobil sebagai kendaraan pribadi. Ya bagi kita yang bukan dari orang tua berduit banyak, tak perlu juga sampai iri ke mereka ya. Buktinya, setelah besar, banyak dari mereka yang pengen banget bisa mengendarai sepeda motor, ini fakta teman2 saya 😀

Ya, meskipun sepeda motor adalah kendaraan berbahaya, tapi motor juga sangat asyik dikendarai, murah dan efisien, serta mudah kemana saja tanpa khawatir terhambat seperti mobil. Macet, tinggal ambil bahu jalan. Jalan rusak parah, pun masih bisa lewat asalkan ada niat 😀

Jadi, meskipun setiap hari ada kecelakaan, jumlah pengendara motor setiap harinya juga semakin bertambah. Tahu kan bahwa dalam satu tahun, ada hampir 6 juta motor baru di jalanan Indonesia, dibagi 365 hari, maka setiap hari rata-rata ada lebih dari 15 ribu motor yang turun ke jalanan.

Dalam dunia safety riding, ada satu istilah; Defensive Riding.

Saya mengartikan istilah itu sebagai berkendara dengan menghindari bahaya dari dan dengan pengendara lain. Kita juga tidak boleh sama sekali terpancing emosi di jalan. Jika apa yang akan kita lakukan itu berbahaya, maka satu saja langkah yang harus kita ambil, yakni menghindarinya.

PENUH PERHITUNGAN!

Ya, di jalan, itu kita harus selalu fokus karena terlalu banyak perhitungan yang kita lakukan apalagi di jalanan yang ramai.

Jika kesalahan yang kita lakukan bisa dikoreksi dengan cepat, kita selamat. Namun jika kesalahannya terlalu fatal, ini bisa berakibat fatal pula.

Kecelakaan motor

KECELAKAAN DI KEMACETAN JALANAN KOTA

Jika kita amati berita-berita kecelakaan, maka insiden di perkotaan yang sering terjadi adalah serempetan dengan motor atau mobil, lalu naas jika sampai jatuh maka ada kemungkinan tertabrak oleh kendaraan lainnya.

Atau, yang juga sering terjadi adalah saat menghindari lobang, lalu serempetan dengan kendaraan lain atau hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh. Naas lagi jika tertabrak kendaraan lainnya.

Jika kendaraan lain itu motor atau mobil kecil, mereka bisa cepat ngerem dan bisa berhenti. Tapi jika kendaraan lain adalah mobil besar, misalnya bus atau truck, ah, jangan pernah berharap mereka bisa ngerem mendadak dan langsung berhenti, please, jangan pernah berpikir seperti itu.

Yang artinya, jika kita jatuh (na’udzubillah min dzalik) dan saat itu sedang ramai, maka pikiran kita harus segera sadar, harus segera bangkit, mata kita harus langsung siap siaga melihat dari mana ada kendaraan lain dan menghindar dalam hitungan mili-detik.

Ya, saya gak bercanda di sini.

Saya pernah jatuh menabrak pembatas jalan di Pantura, jalanan lancar tapi banyak mobil. Saya terpental ke arah jalan berlawanan, dan yang ada di pikiran saya saat sadar bahwa saya terjatuh adalah bangkit dan minggir. Saya lihat ada truck dari seberang yang langsung mengerem… Untungnya jarak masih tergolong sangat aman, ini di Pantura. Kalau di Jakarta yang kendaraannya selalu padat, bayangkan sendiri.

Saya lihat yang dilakukan beberapa orang saat kecelakaan adalah nungguin dibantuin berdiri. Oh please, jangan lakukan itu!!!

Perlu berapa detik sampai ada orang menghampiri?

Bandingkan dengan berapa sepersekian detik ada kendaraan lain yang mungkin bisa langsung menabrak (na’udzubillah min dzalik). Otot2 badan kita diatur otak, maka saat sadar, langsung gerakkan mereka untuk segera beranjak ke pinggir jalan. Itu harus dalam hitungan 1-2 detik atau kurang, memang mungkin perlu latihan untuk ini.

Oh iya, ini salah satu resep saya…

Jika kita sudah yakin dan pasrah pasti jatuh, maka sebelum jatuh, arahkan motor ke area yang lebih aman. Badan luka-luka atau sakit itu pasti, tapi setidaknya bisa menghindarkan diri kita dari ditabrak kendaraan lain. Misalnya bisa banting setir ke kiri atau pinggir jalan… Tapi kalau terlihat ada jurang dalam, ya jangan terlalu ke kiri-kiri amat juga.

DEFENSIVE RIDING

Saya tidak terlalu concern dengan teori2 safety riding. Saya lebih fokus pada hal-hal yang sudah saya alami di jalanan dan menjadikannya sebagai pelajaran paling berharga.

Jadi sekedar sharing… Cara berkendara agar selamat.

Yang pertama; jika tidak yakin, urungkan saja!!! Misalnya ingin menyalip kendaraan di depan, tapi hati kecil kita bilang jangan, maka jangan lakukan!

Anda lihat kendaraan lain sangat berani nyalip kendaraan di depan, lalu Anda ikut-ikutan padahal gak yakin, JANGAN PERNAH LAKUKAN INI!

Saya mungkin tergolong yang agresif di jalanan, terutama jalan luar kota, bukan karena saya nekad atau mau sok-sokan.. Bukan.

Tapi karena saya punya banyak pengalaman di situ. Jadi meskipun ada kendaraan lain yang terlihat sangat nekad tanpa perhitungan, percayalah, mereka menghitung semuanya!!!

Saya menghitung semuanya! Meskipun kadang ada yang luput dari perhitungan, maka ada penambalnya, yakni perasaan saya. Kalau yakin banget, maka saya lakukan.

Seagresif2nya saya, saat saya sedang tidak yakin, maka tidak akan saya lakukan. Bahkan banyak kendaraan lain yang pengendaranya masih kagok2 gimana gitu tapi lebih berani dari saya, itu tidak masalah sama sekali. Karena saya memang sedang tidak berani, sedang tidak yakin, maka saya lebih baik SABAR sampai saya yakin dan menghitung semuanya.

SABAR adalah salah satu kunci untuk selamat di jalan. Sabar aja dulu…. bilang begitu sering-sering saat di jalan.

FOKUS adalah kunci selamat lainnya. Seberapa ahlinya kita berkendara, jika hilang fokus, maka hilang jugalah keahlian kita. Daripada memaksakan berpikir saat sedang berkendara yang berakibat tidak fokus, maka berhentilah dulu sejenak, sambil minum kalau perlu.

BERANI, BUKANLAH kunci lainnya, tapi YAKIN bisa jadi kunci selamat lainnya. Bukan memaksa untuk yakin, pura-pura berani, bukan.. Tapi keyakinan ini datangnya dari dalam hati, perasaan kita gimana, yakin gak… dengarkan itu baik-baik.

PENGALAMAN, ini adalah kunci yang sangat berharga. Kalau belum berpengalaman, jangan terlalu maksa untuk melakukan seperti yang lain. Dan pengalaman itu dicicil sedikit demi sedikit, tak perlu malu, semua orang pasti pernah cupu.

Saat ada kendaraan lain yang seakan memancing kita, jangan pernah terbawa emosi. Jangan! Ini sekaligus nasehatin diri sendiri.

Ada yang ngajak balapan, cuekin saja. Atau jika Anda memang suka ngebut, bolehlah sesekali ditanggepin, tapi jangan serius. Dan tetap syarat wajibnya adalah tidak membahayakan pengendara lain, tidak melebihi batas kecepatan, sekali lagi, jangan serius!!! Serius itu akan membuat emosi Anda jadi serius, akibatnya bisa fatal jika menganggap balapan di jalan itu serius.

Lalu, jika Ada kendaraan lain yang membahayakan, sikap kita yang terbaik menurut saya adalah menjauh! Dalam arti sebenarnya atau kiasan. Kita harus cuek dalam artian bukan cuek mengabaikan, tapi cuek dalam artian tidak menanggapi. Dan juga menjauh dalam artian sebenarnya, jauh-jauh dari dia.

Satu resep penting lagi;

Saat berkendara, maka mata kita itu gak bisa hanya fokus ke satu titik saja. Melainkan harus melihat dengan sudut lebar (dan jauh), harus tau ada motor yang mau keluar dari jalan gang misalnya, harus tau akan ada mobil mau putar arah, harus tau ada mobil di pinggir jalan yang mau jalan dan ambil kanan, itu harus dilihat sejak masih jauh jaraknya sehingga kita sudah siap untuk mengerem atau menghindari, hidupkan klakson kalau perlu. Mata harus waspada juga melihat lampu sein mobil dan motor lain.

Riding in Pantura!

Berkendara di Pantura mungkin dibilang gampang bagi banyak orang. Tapi satu hal yang sering diabaikan adalah LELAH.. Ya, lelah bisa membuat kita kurang fokus..

Lalu MOBIL BESAR, di jalanan kota Jakarta, mobil besar yang masuk jalan motor itu sedikit banget. Tapi di Pantura, justru mayoritas mobil adalah mobil besar, termasuk bus dan truck. Mereka gak lewat toll Cikampek-Palimanan, mobil kecil dan bus yang lewat situ.

Butuh skill super dan pengalaman bertahun-tahun untuk menari di keramaian truck-truck pantura.

Jangan lupa bahwa di Pantura juga permainan nyata itu ada. Di jalanan, kita akan menemukan puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan hambatan. Apa itu?

JALAN RUSAK. Termasuk lobang jalan, jalan retak, dan gundukan aspal. Meskipun tampaknya sepele, tapi ini membahayakan. Karena di Pantura, biasanya kita bakal jalan di kecepatan cukup tinggi. Jika tidak berpengalaman, maka terkena lubang bisa menyebabkan sampai jatuh.

Riding di Jalanan Selatan

Jalanan kebanyakan berbukit dan meliuk2. Maka syarat riding pertama adalah keahlian mengendarai motor itu sendiri.

Lalu jalanan dua arah tanpa pembatas juga bisa menjadi tantangan berat karena harus mengambil jalan lawan untuk menyalip kendaraan di depan. Di sini butuh pengalaman, perhitungan, keyakinan, serta keahlian mengendara itu sendiri.

SABAR jika memang kondisinya kurang aman, pokoknya banyakin sabar. Kalau gak yakin jarak nyalip itu aman buat kita, jangan lakukan!

Saya sudah cukup sering melihat motor lain nekad dengan perhitungan yang tidak matang, akhirnya apa, ngerem mendadak dengan roda belakang ngepat-ngepot karena keburu ada mobil dari arah lawan.

Lalu, mengenal kemampuan motor itu sendiri adalah mutlak. Seberapa cepat kemampuan motor menyalip kendaraan di depan, pada RPM dan gigi berapa motor paling bertenaga (motor non matic), dan seberapa jauh jarak pengereman yang dimiliki motor.

Jangan heran banyak motor keren, termasuk MoGe, yang kadang kecelakaan karena pengendaranya jarang pakai motornya. Hanya dipakai di Weekend misalnya, ini cukup berbahaya karena selain tidak biasa riding motor, juga karena tidak terlalu mengenal kemampuan motornya.

Alright…

Apa yang saya sampaikan di atas mungkin terdengar LEBAY, RUMIT, terlalu DRAMATIS!

Tapi bisa saya pastikan, TIDAK. Saya tidak melebay2kan tulisan di atas.. karena bicara soal NYAWA, maka harus serius.

Sudah cukup deh saya ngalamin jatuh. Gak mau lagi.

Siapa yang mau jatuh di jalan? Siapa yang mau kecelakaan? Gak ada! Tapi tragedi datang tanpa kita duga. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin untuk menghindarinya, serta memohon perlindungan selalu kepada Yang Maha Kuasa agar diselamatkan dari segala mara bahaya.. Aamiin.

DO’A DALAM PERJALANAN AGAR SELAMAT INSYA ALLAH

Biasakan selalu membaca do’a, bagi muslim, biasakan selalu membaca Basmalah dan do’a ketika keluar rumah, ketika berangkat, dan ketika di kendaraan, lalu ketika singgah, dan ketika sampai ucapkan Hamdalah..

Berikut do’a yang bisa dibaca saat di kendaraan agar InsyaAllah selamat.. aamiin.

doa di kendaraan agar selamat di perjalanan

Semoga bermanfaat.

Di jalan, kalau BELUM BERPENGALAMAN maka JANGAN MAKSA alias HARUS LEBIH SABAR! dan harus lebih sering NGALAH!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY