Jika Tuhan selalu memaafkan hambanya yang bertaubat, apakah itu karena makluk tsb layak dimaafkan karena kebaikan dia, atau… itu karena Tuhan Maha Pengampun dan Pemurah?

Jika kita memaafkan orang lain yang berbuat aniaya terhadap kita, lalu kita memaafkan, itu tidak selalu karena orang tsb layak dimaafkan, atau karena orang itu baik, NO… Itu karena kita berusaha menjadi lebih baik, kita juga yang akan mendapatkan manfaatnya.

Memaafkan, itu bikin hati lega. Memaafkan itu bisa melepaskan beban di pundak kita.

Rasa benci pada orang lain, akan selalu membebani pikiran kita. Bayangkan, jika kita belum bisa memaafkan perkataan gak enak dari tetangga. Tiap keluar rumah, liat muka tetangga, kita ngedumel marah-marah dalam hati, senyum kecut terpaksa menyapa. Gak enak banget men! Kita yang akan tersiksa karena memikul pikiran, emosi, dan energi negatif dalam diri.

Coba, jika kita memaafkan saja semua yang menyakiti hati kita, kita tidak akan berasa tidak enak saat bertemu, karena pikiran kita sudah positif, melihat orang lain dengan positif. Toh, apa yang orang lain katakan kepada kita, sebenarnya berasal dari pemikiran mereka akan diri mereka sendiri atau yang mereka yakini. Jika mereka mengatakan kita gendut, bisa jadi orang tsb yang sedang merasa minder karena memiliki berat badan berlebih..

Anggaplah semua perkataan orang lain ke kita itu tidak personal. Jangan diambil hati…

Kita anggap itu sebagai bahan pemikiran, ideas, yang bisa membuat kita instrospeksi dan menjadi diri yang lebih baik lagi. Jangan sampai kita menganggap apa yang orang lain katakan itu adalah benar-benar tentang diri kita. Ingat, yang tau kita, hanyalah kita seorang diri. Dan Tuhan!

Mereka mungkin tau seperti apa kita dari luar, namun mereka tidak tau cerita kita yang sebenarnya, alasan-alasan kita melakukan sesuatu. Jadi, kita tidak perlu marah ke mereka, karena mereka tidak tau apa-apa.

Perhatikan rumus ini;

Jika seseorang mengatakan sesuatu tentangmu dan ternyata yang dikatakan adalah benar, maka itu bukan MASALAH karena memang benar.

Jika seseorang mengatakan sesuatu tentangmu dan ternyata tidak benar, maka itu juga bukan MASALAH karena itu tidak benar.

Meluruskan fakta tentunya boleh-boleh saja, asalkan jangan sampai menjadi beban pikiran yang akhirnya merusak hari-hari kita. Abaikan saja…. Senyumin ajaa….

Untuk memaafkan seseorang, kadang cara mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan EMPATHY.

Cobalah, jika ada sesuatu yang tidak mengenakkan, misalnya, kita ngutang ke temen dan kita tidak dikasih. Coba posisikan diri kita pada diri teman kita, apakah kita seperti itu atau tidak.

Jika ternyata tidak berhasil karena mungkin kita tidak seperti teman kita, maka berpikirlah bahwa ada suatu faktor yang tidak kita ketahui. Misalnya, mungkin sebenarnya teman kita itu sedang punya utang juga, atau lagi gak punya duit beneran, cuma pura-pura punya duit biar gak dikasihani orang lain..

Apapun… Jika kita melihat dari sisi positif, memandang orang lain secara positif, insyaAllah kita akan sangat mudah untuk memaafkan orang lain.

Tuhan saja Maha Pemaaf, masa iya sih kita yang penuh dosa ini kok tidak mau memaafkan orang lain, apalagi kalau kesalahan orang tsb ternyata sepele, kan yang akhirnya rugi juga kita, rugi pikiran, dan rugi-rugi lainnya. Memberi bantuan dan memaafkan orang yang ngeselin, yakinlah, itu justru bikin hati kita BAHAGIA.

LEAVE A REPLY