Komitmen, satu kunci untuk kedisiplinan, menuju kesuksesan.

Tidak banyak orang yang berani berkomitmen dengan sungguh-sungguh. Komitmen itu sakral, harus ditepati, kalau tidak, mungkin sang pelakunya sudah tidak respect pada dirinya sendiri.

Untuk disiplin, kita hanya perlu satu kali berkomitmen untuk melakukan hal yang harus dilakukan. Yang basic sebagai Muslim misalnya, komitmen untuk taat menjalankan sholat 5 waktu setiap hari. Maka, komitmen ini harus dijaga, apapun yang akan terjadi. Terserah, mau lagi sakit kek, lagi bokek kek, habis kecelakaan kek, lagi ada urusan kek, pokoknya harus menjalankan komitmen tsb.

Komitmen untuk menulis satu halaman setiap harinya, maka setiap hari, tanpa ada alasan yang bisa menafikan, maka haruslah ditulis setiap harinya, no matter what.

Kunci keberhasilan adalah disiplin. Kunci kesuksesan besar adalah disiplin. Disiplin butuh komitmen dan kesungguhan hati untuk melakukan hal-hal sesuai schedule yang dibuat.

Orang yang akan sukses, adalah yang bisa melakukan hal yang harus dilakukan, ketika dia berada dalam emosi apapun.

Misal komitmen untuk hidup sehat. Lari pagi setiap Minggu, Selasa, Kamis, maka tidak boleh sekalipun ditinggalkan.

Disiplin yang kita lakukan terus-menerus, maka akan menghasilkan sebuah habit. Habit atau kebiasaan, jika sudah kita dapatkan, maka kita tak perlu lagi banyak effort untuk menjalankan.

Habit untuk gosok gigi setiap hari, mandi setiap hari, maka kita gak punya alasan untuk tidak melakukan itu. Tanpa kita harus pikirkan, kita akan lakukan saja kebiasaan2 tsb.

Kedisiplinan untuk menuju kekayaan besar, misalnya membuat penawaran ke 10 orang setiap harinya. Maka setiap hari, tanpa perlu dipikir, tanpa perlu dipertimbangkan, tanpa banyak alasan, tugas menawarkan pada 10 orang itu harus dilakukan setiap harinya.

Atau sebagai sales, misalnya, menyebarkan brosur, menelpon orang-orang dalam database, membangun website, jika sudah komitmen untuk melakukan setiap hari, maka harus dilakukan.

Sakral!

Ingat itu. Komitmen adalah sakral. Kita tidak bisa seenak udel kita untuk membatalkan, untuk bolos dari kewajiban atas komitmen yang kita buat.

Komitmen harus dijaga, ditaati, dihormati, dengan begitu, pada dasarnya kita juga hormat pada diri kita sendiri.

Kadang, orang lain tidak ada yang hormat ke kita, justru lantaran karena kita sendiri yang memulai tidak menghormati diri sendiri. Melakukan hal-hal yang membahayakan diri kita, melecehkan martabat diri kita, bukankah itu sesuatu akibat kita tidak menghormati diri kita. Ingat, masing-masing dari anggota tubuh manusia itu akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Sang Kuasa nanti.

Mulai dari saat ini, marilah kita hormat pada komitmen yang kita buat. Disiplin. Dengan disiplin, kita pasti akan sukses, guaranteed. Yang disiplinnya masih males2an aja bisa sukses, maka yang disiplin dengan komitmen besar, bayangkan apa yang bisa kita raih?

LEAVE A REPLY