Xiaomi adalah merk asal China. Xiaomi memulai perjuangan di persaingan smartphone untuk kelas entry-level. Waktu itu, ada Redmi 1S yang langsung diserbu banyak orang, di luar Indonesia.

Kini, Xiaomi sama seperti vendor besar lainnya, terutama Samsung dan LG.

Xiaomi punya smartphone harga 1 jutaan, punya juga yang di atas 5 juta rupiah. Mulai dari kelas bawah, sampai kelas flagship.

Ada beberapa seri dalam jajaran smartphone Xiaomi; Redmi, Redmi Note, Mi Max, Mi, dan Mi Note.

Penamaan HP Xiaomi tergolong simpel, saya suka. Tidak membingungkan. Kadang, bahkan seringnya, Xiaomi membuat versi update/upgrade dengan menambahkan kode huruf S, X, atau kode nama Pro dan Plus. Xiaomi juga punya tablet, namanya Mi Pad.

alasan-jangan-beli-xiaomi

Sekarang pertanyaannya, apa alasan kita beli smartphone merk Xiaomi?

  • Yang pertama adalah harga yang murah. Bukan murah kayak di bawah 1 juta gitu ya, tapi murah jika dibandingkan dengan fitur dan specs yang diusung. Harga murah ini juga disebabkan karena HP Xiaomi yang banyak beredar, merupakan hasil tangan distributor non resmi. Xiaomi keluaran dan garansi resmi, harganya lebih mahal sekitar 500 rb.
  • Fitur lengkap dan berkualitas. Mulai dari kelas paling bawah, fiturnya sangat lengkap, termasuk sensor2 yng komplit. Fiturnya pun gak abal-abal. Hasil kameranya rata-rata memuaskan, walaupun kadang anda harus banyak coba2, karena kadang hasil selfie-nya gak natural. Bisa gunakan third party apps untuk solusinya.

Ya, dua faktor itu, harga dan specs, adalah alasan beli HP Xiaomi. Build quality Xiaomi tergolong bagus, saya belum pernah gitu denger ada pemilik HP Xiaomi mengalami kerusakan. Tapi klaim garansi Xiaomi mungkin tidak semudah klaim ke merk besar, Samsung, LG, atau Asus.

Alasan Kenapa Jangan Beli Xiaomi

  • Prestis kurang. Karena itu tadi, walau HP nya bagus, baik desain, material, fitur, specs, tapi harganya murah brur. Gengsinya kalah ama Samsung misalnya.
  • Seakan tidak mendukung pemerintah karena HP Xiaomi kebanyakan diimport oleh distributor non-resmi. Yang resmi dikit.
  • Harga baru cepet turun. Jangan harap kalian bisa jual HP Xiaomi dengan harga yang masih mendekati harga baru saat kalian beli. Redmi 3 misalnya, pertama keluar harus dibeli harga 2,2 jutaan. 3-5 Bulan kemudian, harganya turun drastis menjadi 1,7 jutaan. Sekarang udah 1,2 jutaan mungkin.
  • ROM kadang gak asli dari Xiaomi alias pake ROM dari distributor. Ini merepotkan, jadi harus diganti pake ROM original, baik kepunyaan Xiaomi, atau ROM lain yang populer. Ini cuma terjadi di versi non resmi, tapi gak semua ya, elmuha sendiri dapet ROM ori walaupun beli yang non resmi.
  • Service center terbatas. Gue sih males banget kalau misalnya HP Xiaomi gue rusak, terus repot nyari service center di Jakarta. Palingan gue anggurin di lemari gudang. Beda dengan Samsung, misal rusak, gue pasti bakal coba benerin di service center yang ada di kota gue. Kalau HP nya bagus aja tapi.

Jadi, kalau kalian gak mau ambil resiko (walaupun jarang terjadi), baiknya ambil merk lain aja.

Tapi kalau kalian mau smartphone super keren, harga super murah, ya, gak ada yang bisa ngalahin Xiaomi. Itu Mi 4 yang keren abis, cuma dibandrol 1,7 bahkan 1,5 jutaan, kondisi baru. Fiturnya masih setara ama smartphone harga di atas 4 juta dari merk lain, bahkan untuk saat ini.

Terms: jangan beli xiaomi, hp xiaomi bagus gak sih, jangan membeli xiaomi, apakah hp xiaomi bagus, nyesel beli xiaomi, alasan memilih xiaomi, mau beli hp xiaomi, alasan tidak membeli xiaomi redmi note 3, alasan jangan beli xiaomi, jangan beli hp xiaomi

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY