Dengan harga yang hampir sama, Ninja 250 2018 memiliki rival kuat yang lahir duluan; CBR250RR dimana dibekali fitur-fitur superior yang tak dimiliki rival-rivalnya, sebut saja TBW (Throttle by wire) dan Upside down fork suspension.

Sedangkan dengan harga yang lebih murah, ada R25 dimana memiliki mesin yang masih kompetitif serta kualitas dan handling yang superb. Tak kalah dari rival kubu merah. Lalu, apa dong alasan untuk membeli Kawasaki Ninja 250 dibanding dua rival terkuatnya?

Let’s discuss…

Ini poin-poin yang menurut elmuha bisa menjadi alasan kuat kita memilih Ninja 250 2018 yang indennya sudah dibuka di banyak dealer Kawasaki.

Paling baru, paling fresh

Ada yang baru, ngapain pilih yang lama. Mungkin istilahnya gitu.. Yang baru tentunya lebih eksklusif di jalan karena belum banyak yang pake. Belum membosankan seperti rivalnya, pokoknya pas ngelihat itu masih seger, masih bikin penasaran. Soal desain bagus atau engga, itu relatif.

Tenaga mesin paling besar, bobot lebih ringan

Di atas kertas, Ninja 250 2018 ini superior dibanding dua rivalnya, tapi bisa jadi ada faktor X yang tidak kita ketahui. Namun melihat bagaimana performa Ninja 250 yang diluncurkan sejak 2013, sepertinya Ninja 2018 ini jauh lebih baik.

Paling Moge Look, gagah!

Alasan membeli Ninja 250 2018
Wak H Taufik TMCblog

Desain lampu boleh lah sobat semua bilang ngikut2 R25 (walaupun menurut elmuha kurang relevan), tapi satu yang gak bisa disangkal, desain Ninja 250 2018 ini paling Moge look dibanding rivalnya, sama seperti Ninja gen sebelumnya. Tongkrongannya lebih gagah, lebih kelihatan motor beneran, maksudnya moge. Jadi, di jalan pun tampilan Ninja 250 lebih memikat. Saingat terdekatnya menurut saya R25 yang tampil sangar, sedangkan CBR250RR, bagi saya personal, kurang nampol, tapi menang pada garis futuristik.

Sasis baru lebih agile

Kelemahan utama Ninja 250 gen 2013 yang utama menurut saya bukan mesinnya-karena masih capable banget, bukan pula desainnya yang kita semua bisa setuju masih cakep banget, tapi kualitas riding yang di bawah dua rivalnya. Kurang lincah kurang mantap ngelibas tikungan. Dan itu, sepertinya tertutupi semua di Ninja 250 2018. Sasis baru, dan model apit swing arm yang ala moge, sepertinya akan merubah semuanya.

Merk eksklusif

Kawasaki, terkenal dengan motor cakep, motor sport, motor kencang. Bisa jadi karena gak punya motor kecil seperti bebek atau matic walaupun sebenarnya punya juga, cuma kurang populer saja di Tanah Air. Lalu Kawasaki juga adalah merk yang menjual buanyak tipe produknya secara resmi dan sebagian besar adalah moge, mulai dari Ninja 150 2-tak, hingga ZX-14R. Kesan Kawasaki, beda banget ama merk merah dan biru.

Paling nyaman

Alasan membeli Ninja 250 terbaru 2018

Maksudnya adalah ergonomi paling tegak, jadi gak bikin tangan cepet pegel untuk perjalanan jauh. Memang soal ini relatif, ada yang suka nunduk ada yang suka tegak, tapi terbukti, Ninja 250 gen sebelumnya yang juga punya ergonomi sport-tourer, lebih laku. Jadi, bisa kita tebak, selera mayoritas orang kita, mungkin pilih yang lebih nyaman. Rival terdekatnya R25 di sektor ini.

Pioneer, not a follower!

Di Indonesia, kelas sport 250cc dimulai oleh si Ninja 250. Dan, memiliki motor pioneer itu tetap saja memberikan satu kesan tersendiri. Yang lain ngikut. Walaupun… sebenarnya mereka semua jalan berbarengan sejak dulunya, tapi di Indonesia, seakan, Ninja 250 yang pertama, dan emang bener sih, di Indonesia loh ya.

Pilihan warnanya cakep-cakep.

Ini bonus aja, pilihan warna Ninja 250 2018 ini kreatif2, gak biasa. Cocok bagi selera yang sporty look. Tapi kebanyakan owner Ninja itu modif body, jadi gak terlalu penting juga warna dan striping-nya yaa.

Alasan Jangan Beli Ninja 250 2018

Biar adil, kita bahas sedikit alasan untuk tidak membeli Ninja 250 terbaru 2018.

Suspensi depan telescopic biasa

Alasan jangan membeli Ninja 250 terbaru 2018

Ketika CBR250RR sudah upside down, lalu R25 yang katanya juga bakal pakai USD (tapi gak tau kapan), maka Ninja 250 2018 meskipun diameternya sudah lebih besar, tetap terlihat inferior di mata awam.

Swing arm model kotak biasa

Dan lagi, soal kaki-kaki, terutama belakang, Ninja 250 2018 ini terlihat inferior dibanding rivalnya, walaupun, soal riding quality, sepertinya setara. Apalagi banyak moge-moge kelas di atasnya yang juga masih pakai swing arm kotak serta suspensi depan teleskopik biasa.

Desain Speedometer Kurang Cakep

Ini common part atau setidaknya satu desain ama Ninja 650, tapi saya lebih suka desain Ninja 250 yang lama ya… Mungkin lama-lama sih akan terbiasa kali ya…

Nama Ninja yang tak eksklusif lagi..

Merk Kawasaki-nya memang eksklusif, tapi nama Ninja sudah mulai kurang eksklusif lagi, mau bilang pasaran tapi kok gak tega ya… Orang-orang taunya Ninja, Ninja, Ninja.. semua motor fairing dipanggil Ninja, ini membuat nama Ninja jadi terlalu biasa. Dan… jumlah Ninja 250 di jalanan tentunya lebih banyak dibanding rival2nya.

ninja 250 2018 vs cbr250rr vs r25 desain

Mungkin, memiliki CBR250RR atau R25, bisa memberikan kesan eksklusif lebih baik. Mungkin loh ya… kan relatif..

Oke, itu dia opini saya tentang alasan membeli Kawasaki Ninja 250 dan alasan untuk tidak membeli Ninja 250 2018 generasi terbaru. Opini di atas hanyalah opini, sebagian subyektif, pastinya semua tetap kembali pada selera dan preferensi masing-masing.

LEAVE A REPLY